Persebaya coret Arthur dan Saimima

id arthur irawan,muhammad sidik saimima,persebaya,liga 1 indonesia

Persebaya coret Arthur dan Saimima

Pemain Persebaya Arthur Irawan (FOTO ANTARA/Wahyu Putro A)

Surabaya (ANTARA News) - Persebaya mencoret dua pemain yang berposisi sebagai gelandang, yakni Arthur Irawan dan Muhammad Sidik Saimima pada awal putaran kedua Liga 1 Indonesia.

"Kami melepas kedua gelandang karena kebutuhan tim," ujar Pelatih Persebaya Angel Alfredo Vera seperti dikutip dari laman resmi Persebaya, Selasa.

Arthur Irawan meruypakan pemain asli Surabaya dan menjadi bagian dari keluarga besar Persebaya pada awal musim Liga 1 Indonesia, namun belum mendapat kesempatan bermain secara resmi dan belum mencetak gol.

Sebelum bermain di klub Indonesia, pemain berusia 25 tahun tersebut sempat merasakan bermain di klub La Liga Spanyol bersama RCD Espanyol B serta Malaga B.

Sedangkan, Sidik Saimima merupakan salah seorang pemain yang sukses mengantar Persebaya juara Liga 2 2017 dan dipertahankan mengarungi Liga 1 Indonesia.

Sepanjang berkarir bersama Persebaya musim ini, Sidik Saimima tercatat delapan kali bermain dengan lima kali diantaranya masuk sebagai XI.

Pemain 21 tahun yang didatangkan dari Persegres Gresik tersebut mencetak satu gol saat melawan Mitra Kukar pada April lalu.

Menurut Alfredo Vera, selain karena kebutuhan tim, dilepasnya dua pemain tersebut juga memberikan kesempatan agar Arthur Irawan dan Sidik Saimima mendapat jam bermain lebih banyak.

"Mereka adalah pemain bagus dan semoga sukses di klub barunya nanti," kata pelatih berkebangsaan Argentina tersebut.

Dengan dilepasnya Arthur dan Saimima, Persebaya kini hanya memiliki 28 pemain atau masih ada kuota dua pemain untuk mengarungi putaran kedua Liga 1.

Sementara itu, pada sore nanti Persebaya akan menjalani laga tandang menghadapi tuan rumah Perseru Serui di Stadion Marora.

Tim berjuluk Bajul Ijo tersebut hanya membawa 16 pemainnya karena 12 pemain lainnya harus absen akibat cedera maupun akumulasi kartu.

Pewarta : Fiqih Arfani
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar