Dubes: Indonesia inspirator kemerdekaan bangsa Afsel

id salam al farisi, dubes ri untuk afsel, hut ri ke-73

Duta Besar Indonesia untuk Afrika Selatan merangkap Kerajaan Lesotho, Kerajaan Swaziland, dan Republik Botswana Salman Al Farisi. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

Jakarta (ANTARA News) - Duta Besar RI untuk Republik Afrika Selatan, Republik Botswana, Lesotho dan Kerajaan Eswatini, Salman Al Farisi memberikan perhatian pada setidaknya tiga sumbangan penting Indonesia bagi perjuangan bangsa Afrika Selatan.

Dalam sambutannya pada upacara HUT ke-73 Kemerdekaan RI seperti yang tercantum dalam keterangan KBRI Pretoria yang diterima di Jakarta Ahad, Dubes Salman menyebutkan sumbangan penting bangsa Indonesia tersebut antara lain Syech Yusuf sebagai pahlawan perjuangan antikolonialisme tidak dapat dipisahkan dari pengaruh kuat Indonesia.

Kemudian, Konferensi Asia Afrika Bandung 1955 yang mengundang partai perjuangan segregasi perwakilan Afsel dan kecintaan Nelson Mandela kepada karya seni batik Indonesia.

"Mantan Presiden RI Soeharto sering menghadiahi pemimpin Afsel tersebut dengan kemeja batik yang dikenakan Mandela dalam acara-acara resmi kenegaraan bahkan hingga di PBB," kata Dubes Salman yang bertindak sebagai inspektur upacara.

KBRI Pretoria bersama masyarakat Indonesia telah melaksanakan upacara HUT ke-73 Kemerdekaan RI yang diselenggarakan di Wisma Duta KBRI Pretoria pada Jumat (17/8).

Upacara bendera diikuti oleh berbagai unsur masyarakat antara lain keluarga besar KBRI Pretoria, warga Indonesia dari perkawinan dengan warga setempat, mahasiswa Indonesia, perwakilan dari Universitas Ahmad Dahlan yang pada saat itu berada di Pretoria, UNISA, dan Friends of Indonesia (Vrienden van Indonesie).

Hari Kemerdekaan itu diisi dengan acara meriah dan kreatif hasil karya kalangan muda KBRI Pretoria, stand up comedy atau permainan sulap. lombai lagu campur sari, kuis dan para peserta menikmati hidangan kuliner khas Indonesia seperti rendang, bakso, nasi kuning tumpeng, bahkan keripik.

Pewarta : Mohamad Anthoni
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar