Bantul akan berangkatkan transmigran awal September

id transmigrasi,bantul yogyakarta,disnakertrans

Ilustrasi: memanen padi di sawah (ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman)

  Bantul (ANTARA News) - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta akan memberangkatkan keluarga transmigran ke lokasi tujuan di luar Pulau Jawa, seperti ke Kalimantan Utara dan Gorontalo pada awal September 2018.

"Untuk pelatihan dan pembekalan kepada keluarga transmigran sudah dilakukan, tinggal pemberangkatan. Rencananya awal September sampai pertengahan bulan nanti berangkat," kata Kasi Penempatan Transmigrasi Disnakertrans Bantul, Istiwasono di Bantul, Jumat.

Menurut dia, tahap awal akan diberangkatkan sebanyak tujuh keluarga ke lokasi di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara untuk kemudian secara berturut-turut pemberangkatan transmigran ke daerah lain yang sudah menjadi tujuan penempatan program tersebut.

Ia mengatakan, setiap keluarga yang akan diberangkatkan ke Kabupaten Bulungan, Kaltara tersebut dibiayai pemerintah dengan sistem sharing (berbagi) anggaran antara pemerintah kabupaten (pemkab) dengan Pemda DIY dengan total sebesar Rp70 juta masing-masing keluarga.

"Itu untuk membangun rumah, jamban, juga sarana air bersih di lokasi transmigrasi. Saat ini mereka sedang melengkapi administrasi misalnya mengurus pindah penduduk, atau sekolah anak agar tidak ada masalah di kemudian hari," katanya.

 Istiwasono mengatakan, para keluarga transmigran tersebut akan ditempatkan di sektor pertanian, karena di wilayah Bulungan sesuai rencana tata ruang dan zonasi yang ditetapkan pemerintah daerah setempat sebagai lumbung padi.

 "Jadi sudah dilatih praktik budidaya pertanian di Bawen Jawa Tengah, kemudian budi daya sawit, kopi, termasuk cara membuat karet. Kami kerja sama dengan Instiper (Institut Pertanian) Yogyakarta, kemudian dinas instansi terkait di Bantul," katanya.

Menurut dia, total transmigran yang akan diberangkatkan pada tahun 2018 sebanyak 28 keluarga, dengan lokasi transmigrasi selain di Bulungan, Kaltara, juga di antaranya di wilayah Kabupaten Pohuwato, Gorontalo.

 "Rencana awal 30 KK (keluarga). Namun karena yang ke Aceh untuk dua keluarga dilepas, akibat warga masih trauma dengan gempa bumi beberapa tahun lalu, jadi totalnya ada 28 KK," katanya. 

Baca juga: Kemendes PDTT berikan penghargaan transmigran teladan
Baca juga: Puluhan perusahaan siap investasi di kawasan transmigrasi

Pewarta : Hery Sidik
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar