Kiki Taher, pencetus "Jokowi Adalah Kita" gawangi tim media Jokowi-Ma'ruf

id Timses jokowi,tim media jokowi,jokowi-maruf amin,pilpres 2019,pemilihan presiden 2019

Kiki Taher berbincang dengan Jokowi (Dokumen pribadi Kiki Taher)

Jakarta (ANTARA News) - Kiki Taher, pencetus tagline "Jokowi Adalah Kita" pada Pemilu Presiden 2014 kini menggawangi tim media pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin.

Kiki Taher dipercaya sebagai Direktur Informasi dan Publikasi Tim Kampanye Nasional Jokowi-KH Ma’ruf Amin.

Ini merupakan "peningkatan karier" bagi Kiki Taher karena pada Pilpres 2014, ia hanya berstatus anggota dari tim media yang diketuai Saur Hutabarat.

Pria kelahiran Sukabumi 46 tahun lalu itu saat ini juga tercatat sebagai caleg DPR RI dari PDI Perjuangan untuk Dapil Jabar IV (Kota Sukabumi dan Kabupaten Sukabumi).

Terkait dengan tagline "Jokowi Adalah Kita" yang populer pada Pilpres 2014, Kiki Taher menjelaskan bahwa tagline itu merupakan bagian dari strategi besar kampanye saat itu.

"Pada 2014, Pak Jokowi meminta strategi kampanye. Beliau bilang sudah melihat empat sampai lima strategi kampanye lain, tapi tidak suka. Begitu melihat 'Jokowi Adalah Kita', Pak Jokowi langsung oke. Memang saat itu saya tidak punya opsi strategi lain," ungkap Kiki Taher dalam siaran pers, Sabtu.

Menurut Kiki Taher, tagline yang baik adalah yang tidak bisa digunakan oleh lawan. "Jokowi Adalah Kita", menurut dia, saat itu dipakai karena memenuhi syarat tagline yang baik. 

"Jokowi Adalah Kita" adalah gagasan yang terinspirasi dari kesederhanaan hidup Jokowi seperti kebanyakan orang Indonesia. Jokowi pun keturunan orang biasa, bukan keturunan atau berasal dari keluarga elit. 

"Kalau 'adalah kita' ini dipakai Prabowo kan nggak nyambung karena kekitaan adalah milik Jokowi,” kata Kiki Taher.

Untuk Pilpres 2019, timses Jokowi-Ma'ruf secara resmi belum meluncurkan tagline meski saat bertemu relawan dan saat mengambil nomor urut capres-cawapres Jokowi mengucapkan kata "Indonesia Maju".

Baca juga: Popularitas Prabowo meningkat karena tim media cerdas

Pewarta : Sigit Pinardi
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar