Kemenhub Sediakan Layanan Sertifikasi Kapal Gratis

id keselamatan

Kapal kayu mengangkut penumpang orang, sepeda motor, tabung gas elpiji dan barang kebutuhan lainnya saat akan berangkat menuju Pulau Aceh dan Pulau Beras di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, Selasa (21/8/2018). Kapal kayu sarat penumpang mudik Idul Adha tujuan pulau Aceh dan Pulau Beras di wilayah Kabupaten Aceh Besar itu tidak memiliki standar keselamatan dan juga lolos pengawasan dari intansi terkait. (ANTARA FOTO/Ampelsa)

Kotawaringin Barat (ANTARA News) - Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan menyediakan pelayanan sertifikasi kapal gratis kepada seluruh pemilik kapal di Indonesia.

"Kami sangat bersyukur acara keselamatan digelar disini, ini dorongan dari banyaknya kecelakaan kapal laut, kapal di sini yang belum bersertifikat akan diberikan sertifikat, sertifikat itu gratis," kata Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub Agus Purnomo dalam penyerahan sertifikat di Pelabuhan Kumai, Kotawaringin Barat, Senin.

Untuk itu, dia mengimbau kepada seluruh pemilik kapal untuk mendaftarkan sertifikasi di mana dalam proses tersebut kapal harus memenuhi syarat kelaikan dan apabila tidak memenuhi, kapal tersebut tidak akan diizinkan beroperasi.

"Ini mohon disampaikan kepada seluruh nelayan untuk dimanfaatkan karena ada penegakan hukum bahwa kapal dan kru yang tidak bersertifikat, tidak bisa melaut," katanya.

Selain untuk kapal, lanjut dia, sertifikasi gratis juga dilakukan untuk para kru kapal atau anak buah kapal (ABK).

"Kami juga ada program sertifikasi pelaut semua akan kami latih dan didik juga gratis," katanya.

Berkaca dari pengalaman pahit yaitu kecelakaan kapal di Danau Toba, Agus mengaku kejadian sama tidak boleh terulang karena akan mematikan sektor pariwisata.

Untuk itu, semua kapal harus dilengkapi dengan jaket keselamatan dan dijamin oleh asuransi.

"Pengalaman di Selayar-Danau Toba, mereka mendaftarkan asuransi kecelakaan karena untuk jaga-jaga, jika dia kecelakaan selamat langsung dibayar, saya harap di Kumai begitu, saya mohon nakhoda jangan masukkan orang di luar manifest, pengalaman nakhoda memasukkan orang yang tidak ada dalam manifest ke depan kita bisa berlayar dengan tertib," katanya.

Agus juga membagikan jaket keselamatan sebanyak 200 buah serta dari pemerintah daerah 150 buah secara gratis, namun ke depannya harus ada kesadaran untuk mengadakan sendiri.

"Saya berharapnya begini, kali ini gratis,ke depan bisa beli sendiri, ke depan bisa mandiri, ekonominya tumbuh karena pariwisata. Pariwisata itu luar biasa, kalau dikemas baik-baik pariwisata luar biasa dampaknya buat Pemda, tapi ini kurang gaungnya," katanya.

Dia menilai Pelabuhan Kumai merupakan titik yang vital dalam penyediaan transport untuk kegiatan pariwisata Tanjung Puting, karena itu ia juga akan memperketat keamanan dan memperindah pelabuhan seperti layaknya bandara.

"Program ke depan pelabuhan di Indonesia kita atur seperti bandara, seperti stasiun. Kalau tidak begitu, keyakinan internasional atas keselamatan Indonesia diragukan, ini bertahap pelan-pelan program-program keselamatan di pelabuhan," katanya.

Baca juga: Keselamatan penumpang kapal nomor satu
 

Pewarta : Juwita Trisna Rahayu
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar