Yogyakarta harapkan sekolah susun perencanaan mitigasi bencana

id Sekolah Aman Bencana,mitigasi bencana,simulasi mitigasi bencana

Arsip foto. Simulasi Gempa Tsunami Sejumlah siswa sekolah dasar (SD) berlari ke tempat aman saat simulasi evakuasi gempa dan tsunami di Lubukbuaya, Padang, Sumbar, Selasa (30/9). Simulasi tersebut melibatkan 1800-an warga dan pelajar di kawasan yang tidak memiliki shelter itu dengan target 30 menit sampai ke titik aman berjarak 2,5 kilometer, sekaligus mitigasi bencana memperingati lima tahun gempa 30 September 2009. (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)

Yogyakarta (ANTARA News) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta akan menggencarkan sosialisasi terkait Sekolah Aman Bencana pada 2019 dan meminta sekolah untuk menyusun rencana mitigasi bencana untuk meminimalisasi korban.  

"Misalnya saja menentukan jalur evakuasi jika terjadi bencana termasuk titik kumpul yang dianggap aman," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Yogyakarta Hari Wahyudi di Yogyakarta, Minggu.

Menurut dia, belum banyak sekolah di Kota Yogyakarta khususnya SD dan SMP yang memiliki jalur evakuasi dan titik kumpul sehingga perlu terus didorong untuk bisa menyiapkannya sehingga jika terjadi bencana, maka seluruh warga di sekolah tersebut sudah mengetahui tindakan yang harus dilakukan. 

Oleh karena itu, lanjut Hari, pada 2019 akan diperbanyak program sosialisasi Sekolah Aman Bencana ke SD dan SMP sehingga sekolah memiliki kesadaran terkait pentingnya mitigasi bencana termasuk rencana evakuasi jika terjadi bencana.

"Mungkin, sekolah merasa belum penting untuk menyusun jalur evakuasi dan titik kumpul yang aman sehingga tidak membuatnya. Akan sedikit kami `paksa` agar sekolah bisa menyadari pentingnya jalur evakuasi," katanya.

Baca juga: RTRW menentukan kekuatan mitigasi bencana

Baca juga: Ini saran Bank Dunia bagi Indonesia terkait mitigasi bencana


Dari puluhan SD dan SMP di Kota Yogyakarta, baru dua SD yang menyandang status sebagai Sekolah Aman Bencana yaitu SD Baluwarti dan SD Bangunrejo.

"Belum ada rencana menambah jumlah Sekolah Aman Bencana tahun depan, kami sosialisasikan dulu karena penetapan sekolah aman bencana membutuhkan komitmen sekolah," katanya.

Meskipun belum ditetapkan sebagai sekolah aman bencana namun Hari mengatakan, sekolah tetap bisa rutin melakukan pelatihan terkait penanggulangan bencana melalui simulasi untuk membiasakan warga sekolah jika suatu saat terjadi bencana. 

"Bisa melakukan simulasi sederhana, sesuai kerawanan yang ada di sekolah tersebut. Tujuannya membiasakan warga sekolah untuk bertindak saat terjadi bencana," katanya yang juga meminta guru untuk bisa menyisipkan materi terkait penanggulangan bencana saat mengajar.

Sosialisasi Sekolah Aman Bencana tersebut juga diharapkan bisa sinkron dengan program pemerintah yaitu pembentukan Kampung Tangguh Bencana. "Dari 250 kampung, sudah ada 100 kampung yang ditetapkan sebagai Kampung Tangguh Bencana (KTB). Setiap KTB sudah diminta memetakan potensi kerawanan yang ada di wilayah masing-masing.

"Harapannya, program KTB dan sekolah aman bencana bisa saling mendukung dan diharapkan seluruh warga Kota Yogyakarta pun menjadi aman bencana", katanya.

Baca juga: Gubernur DKI deklarasikan program sekolah aman bencana

Baca juga: BENCANA ASAP - Pemerintah terapkan sekolah aman asap

 

Pewarta : Eka Arifa Rusqiyati
Editor: Virna P Setyorini
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar