KRI Rigel-933 terus cari bangkai pesawat Lion Air

id KRI Rigel, pemetaan bawah laut, cari bangkai pesawat, Lion Air JT 610,JT610,Lion Air Jatuh,Lion Air

KRI Rigel-933 terus cari bangkai pesawat Lion Air

KRI Rigel-933 milik Pusat Hidro Oseanografi Angkatan Laut (Pushidrosal) tengah melakukan pemetaan bawah laut untuk mencari bangkai pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di Perairan Karawang, Jawa Barat, Rabu (31/102018). (Dispenal)

Jakarta (ANTARA News) - Kapal perang (KRI) Rigel-933 yang merupakan unsur dibawah pembinaan Pusat Hidro Oseanografi Angkatan Laut (Pushidrosal), masih melakukan pencarian terhadap bangkai pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di sekitar Perairan Karawang, Jawa Barat, Rabu.

KRI yang dikomandani oleh Letkol Laut (P) Agus Triyana itu dilengkapi dengan Remotely Operated Vehicle (ROV) dan Side Scan Sonar (SSS), telah menemukan sebuah objek besar yang diduga badan pesawat Lion Air JT-610, di kedalaman 32 meter, Panjang 22 meter, Lebar 5 meter dan Tinggi 10 meter. 

Namun, kata Direktur Operasi Survei dan Pemetaan (Diropsurta) Pushidrosal Kolonel Haris Djoko, dalam siaran persnya, setelah dilakukan pengecekan oleh Tim Denjaka dan Taifib, didapatkan hasil yaitu pada spot pertama hanya berisi bangkai kapal LCU.

KRI Rigel kemudian melakukan pencarian di spot kedua dan kembali menemukan sebuah objek yang ternyata merupakan bangkai kapal ikan.

Haris menambahkan, KRI Rigel-933 yang tergabung dalam Tim SAR Basarnas akan terus mencari bangkai pesawat Lion Air JT 610 dengan menurunkan sonar untuk menangkap gambar objek bangkai di beberapa spot lainnya.

KRI Rigel 933 merupakan kapal jenis Multi Purpose Research Vessel (MPRV) dengan peralatan survei canggih di antaranya Side Scan Sonar,  Automatic Weather Station, Echosounder Multibeam laut dalam dan Singlebeam, Peralatan Conductivity Temperatureand Depth (CTD), serta Gravity Cores.

KRI Rigel juga dilengkapi Boat Sounding (SV) yang dilengkapi dengan peralatan setara yang diharapkan mampu melakukan pencarian serpihan badan pesawat di dekat pantai.

Pewarta : Syaiful Hakim
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar