Angkatan kerja Agustus 2018 tercatat 131,01 juta

id BPS,tenaga kerja

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto (depan tengah), Deputi Bidang Statistik Sosial BPS Margo Yuwono (depan kiri), dan Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Sri Soelistyowati (depan kanan) memberikan paparan mengenai pertumbuhan ekonomi triwulan III-2018 di Jakarta, Senin (5/11). Ekonomi Indonesia di triwulan III-2018 tumbuh 5,17 persen (yoy). (ANTARA/Calvin Basuki)

Jakarta (ANTARA News) - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk yang masuk angkatan kerja pada Agustus 2018 sebanyak 131,01 juta orang atau naik 2,95 juta orang dibandingkan Agustus 2017.

Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi pers di Jakarta, Senin, memerinci komponen pembentuk angkatan kerja yaitu 124,01 juta orang adalah penduduk bekerja dan 7 juta orang menganggur.

Dibandingkan setahun sebelumnya, jumlah penduduk bekerja pada Agustus 2018 bertambah 2,99 juta orang sedangkan pengangguran berkurang 40 ribu orang.

BPS juga mencatat jumlah penduduk bukan angkatan kerja sebanyak 63,77 juta orang, di antaranya 39,65 juta orang mengurus rumah tangga dan 16,53 juta orang sekolah.

Sejalan dengan peningkatan jumlah angkatan kerja, tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) Indonesia juga tercatat meningkat 0,59 persen poin pada Agustus 2018 (67,26 persen) dibanding setahun lalu.

"TPAK adalah rasio dari jumlah angkatan kerja terhadap penduduk usia kerja," ujar Suhariyanto. Kenaikan TPAK memberikan indikasi adanya kenaikan potensi ekonomi dari sisi pasokan tenaga kerja.

Terkait TPAK, Suhariyanto menyoroti masih ada kesenjangan antara laki-laki dan perempuan. Pada Agustus 2018, TPAK laki-laki sebesar 82,69 persen dan TPAK perempuan 51,88 persen.

"Jadi masih ada gap antara laki-laki dan perempuan. Namun ada progress TPAK perempuan Agustus 2017 (50,89 persen) ke Agustus 2018 (51,88 persen). Perempuan makin berkontribusi di dalam ekonomi Indonesia," ujar dia.

Kemudian, BPS juga mencatat sebanyak 70,49 juta orang (56,84 persen) bekerja pada kegiatan informal. Selama setahun terakhir, pekerja informal turun sebesar 0,19 persen poin dibanding Agustus 2017.

Persentase tertinggi pada Agustus 2018 adalah pekerja penuh atau dengan jam kerja minimal 35 jam per minggu sebesar 71,31 persen. Pekerja tidak penuh terbagi menjadi dua, yaitu pekerja paruh waktu (22,07 persen) dan pekerja setengah penganggur (6,62 persen).

Sementara penduduk yang bekerja dengan jam kerja satu hingga tujuh jam memiliki persentase yang paling kecil, yaitu sebesar 2,14 persen.

Baca juga: BPS: tingkat pengangguran Agustus 2018 5,34 persen

Pewarta : Calvin Basuki
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar