Indonesia intensifkan kerja sama perdagangan dan investasi dengan Kanada

id kerja sama perdagangan,indonesia,kanada

Ilustrasi: Pengunjung menanyakan menanyakan produk Indonesia dan menggali informasi sebelum bertransaksi di pameran makanan olahan Sial Kanada 2015 di Toronto. (ANTARA News/Erafzon SAS)

Jakarta (ANTARA News) - Indonesia meningkatkan kerja sama investasi dan perdagangan dengan Kanada, khususnya Provinsi British Columbia atau BC.

"Kerja sama investasi dan perdagangan itu masih terbuka luas. Walaupun sudah terlihat perkembangan positif dalam lima tahun terakhir, perlu diintensifkan kembali business engagement kedua belah pihak," ujar Konjen RI Tuti Irman dalam keterangan tertulis dari Kementerian Luar Negeri di Jakarta, Minggu.

Pernyataan tersebut disampaikan pada Trade and Business Networking 2018: Opportunities with Indonesia di Marriot Pinnacle Downtown Hotel, Vancouver, BC, Kanada (27/11).

Lebih lanjut Konjen RI menggarisbawahi bahwa salah satu upaya untuk mendorong kerja sama ini adalah melalui pertemuan strategis secara berkala antara KJRI Vancouver dengan Kementerian Tenaga Kerja, Perdagangan dan Teknologi BC.

Konjen RI juga tegaskan bahwa business engagement dapat dilakukan dengan pembentukan Canada-Indonesia Chamber of Commerce (CICC) chapter pantai Barat. Oleh karena itu, diperlukan langkah lebih lanjut upaya untuk mendorong pembentukan CICC ini.

Sementara itu, Menteri Tenaga Kerja, Perdagangan, dan Teknologi BC  Bruce Ralston juga menyatakan bahwa peluang kerja sama kedua belah pihak belum dilakukan secara maksimal.

"Indonesia merupakan mitra bisnis yang potensial bagi Provinsi BC. Seiring penguatan perdagangan dan investasi antara Indonesia dan Kanada, khususnya dengan Provinsi BC, demikian juga terealisir kedekatan hubungan kedua pihak di bidang sosial budaya," ujar Menteri Ralston.

Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama antara KJRI Vancouver, dengan ITPC Vancouver BRI New York Agency dan Canada Indonesian Diaspora Society (CIDS).

Acara tersebut menghadirkan beberapa pembicara utama, yaitu Direktur Pedanaan Luar Negeri Bilateral Bappenas,  Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) New York, Trade Facilitation Office (TFO) Canada; dan Hatfield Consultants.

Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 90 tamu undangan yang terdiri dari para pelaku usaha, asosiasi bisnis, akademisi dan pejabat pemerintah setempat, serta diaspora Indonesia di Provinsi BC.

Pada acara tersebut, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk denganOrakay Advocate Canada dan PT Akuntasi Management Asset Solusi Indonesia menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) on Student Loan Facilities.

Diharapkan dengan adanya MoU tersebut, terdapat peningkatan kerja sama pendidikan antara Indonesia dan Kanada, khususnya dengan Provinsi BC.

Selain itu, dengan adanya MoU juga diharapkan adanya peningkatkan minat para pelajar Indonesia untuk melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi di wilayah BC.

Pameran produk Indonesia oleh para pengusaha diaspora Indonesia juga meramaikan kegiatan itu dengan aneka produk antara lain furnitur dan home decor, produk makanan kemasan (mie instan), tempe, kopi, minuman sehat, dan produk perawatan kecantikan.

Baca juga: Produk makanan dan minuman Indonesia di Kanada

Baca juga: Kopi Indonesia dipamerkan di Amerika dan Kanada

 

Pewarta : Azis Kurmala
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar