Anggota Brimob korban tembak Nduga dirawat di Mimika

id penembakan nduga,brimob erteembak, polda papua

Petugas membawa korban selamat dari penembakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) saat tiba dengan helikopter di Bandara Moses Kilangin Timika, Mimika, Papua, Kamis (6/12/2018). ANTARA FOTO/Jeremias Rahadat/sgd/hp.

Jayapura (ANTARA News) - Bharatu Wahyu, anggota Brimob Kelapa Dua Jakarta yang tertembak saat kontak senjata pasukan gabungan TNI dan Polri dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Yigi, Distrik Yall, Kabupaten Nduga telah dirawat di RS Timika, Kabupaten Mimika, Papua.

Kabid Humas Polda Papua Kombes AM Kamal ketika dihubungi dari Kota Jayapura, Kamis, mengatakan anggota Brimob tersebut sudah mendapat penanganan kesehatan terkait luka tembak yang dideritanya.

"Luka tembak pada lengan tangan kanan atas, sudah di RS Mimika," katanya pula.

Menurut dia, anggota Brimob tersebut terkena tembakan saat personel gabungan TNI dan Polri terlibat baku tembak dengan KKB pimpinan Egianus Kogoya yang melakukan pembunuhan puluhan pekerja jalan dan jembatan Trans-Papua.

"Semoga luka tembaknya segera sembuh," katanya.

Menyinggung soal senjata yang digunakan oleh KKB Egianus Kogoya untuk melakukan penembakan kepada para pekerja, Kamal mengungkapkan bahwa yang digunakan adalah jenis campuran.

"Senjata campuran, ada laras panjang dan pendek. Bahkan ada yang gunakan parang dan panah," katanya pula.

Tercatat 25 karyawan PT Istaka Karya yang mengerjakan pembangunan jalan dan jembatan Trans-Papua di Distrik Yall yang tersebar di Kali Yigi dan Kali Aurak.

Sebanyak 19 orang dilaporkan tewas dalam insiden tersebut, sisanya selamat setelah berhasil melarikan diri.

Delapan jenazah sudah berhasil dievakuasi ke Timika, Kabupaten Mimika.

Baca juga: Keluarga korban Nduga dari Wamena tiba di Timika
Baca juga: Menlu Retno kecam penembakan di Nduga
Baca juga: Tokoh masyarakat Papua kecam penembakan di Nduga
Baca juga: Ma'ruf Amin: Pembangunan di Papua tidak boleh terhenti

Pewarta : Alfian Rumagit
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar