Pidato Puan di depan Raja Saudi diapresiasi

id Puan Maharani, festival janadriyah,pmk

Pidato Puan di depan Raja Saudi diapresiasi

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani didampingi Duta Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh untuk Arab Saudi merangkap Wakil Tetap untuk Organisasi Kerjasama Islam (OKI) Agus Maftuh Abegebriel saat bertemu dengan Menteri Garda Nasional Arab Saudi Pangeran Khalid bin Abdulaziz bin Ayyaf Al Muqrin di Riyadh, Rabu (19/12/2018) terkait Indonesia sebagai tamu kehormatan Festival Janadriyah. (ANTARA/Humas KBRI untuk Arab Saudi)

Jakarta (ANTARA News) - Pidato Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani di depan Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz pada Pembukaan Festival Janadriyah ke-33 di Riyadh diapresiasi sejumlah tokoh nasional.

"Isi pidato Puan sangat tepat dan strategis buat posisi Indonesia dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia," ujar Wakil Ketua MPR Muhaimin Iskandar dikutip dari siaran pers di Jakarta, Jumat.

"Dengan tawaran solusi Islam rahmatan lil alamin kepada dunia Islam, membuat kita semua bangga kepada Mbak Puan," tambah Muhaimin yang juga hadir di Arab Saudi.

Sekretaris PP Muhamadiyah Abdul Mu'ti pun mengaku kagum dengan pidato Puan yang disampaikan dalam bahasa Inggris. 

"Bahasa Inggris Mbak Puan oke juga ya," seloroh Abdul Mu'ti sambil mengacungkan jempol.

Kepala BNPT2TKI Nusron Wahid menilai pidato Puan yang disampaikan di depan Raja Salman dan petinggi utama Arab Saudi sangat istimewa.

"Mbak Puan tampil berpidato dengan bagus dan penuh aura, apalagi ini forum yang bergengsi dan mengesankan bagi dunia Arab," kata Nusron.

Terlebih, Puan adalah satu-satunya pejabat negara perempuan yang hadir di acara itu dan satu-satunya pula yang mendapatkan kesempatan berpidato resmi.

Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah menyatakan bahwa sebagai kader PDI Perjuangan, isi pidato Puan mematahkan berbagai tuduhan yang tidak tepat terhadap PDI Perjuangan, seperti tuduhan anti terhadap kepentingan Islam dan dunia Islam.

"Pidato Puan Maharani menggambarkan bahwa PDI Perjuangan juga memiliki komitmen yang kuat untuk ikut memajukan Islam, terutama Islam yang berkemajuan, Islam yang tidak menggerus kepribadian bangsa Indonesia, serta Islam yang menjadi rahmat bagi semua umat manusia dan alam semesta," jelas Ahmad Basarah.

Para tokoh itu menjadi bagian dari delegasi Indonesia yang ikut hadir di pembukaan Festival Kebudayaan Islam paling bergengsi se-dunia itu.

Dalam pidatonya, Puan bicara soal peran dan posisi strategis Indonesia mendorong kemajuan dan peradaban Islam di dunia. 

Puan menyebut Indonesia adalah negara berpenduduk muslim terbesar di dunia. Namun, dengan fondasi Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika, Indonesia berhasil menjaga kerukunan umat beragama. Hal itu sejalan dengan konsep Islam rahmatan lil alamin.

Baca juga: Menko PMK dorong peningkatan peradaban dan kemajuan dunia Islam

Pewarta : Sigit Pinardi
Editor: Sigit Pinardi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar