Alat deteksi tsunami di selatan Cianjur tidak berfungsi

id bencana,banjir,longsor,gempa,erupsi,stunami,alat deteksi tsunami,bpbd cianjur

Petugas BMKG memasang alat pengukur ketinggian air atau "water level" saat berlangsung erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di Pelabuhan Pulau Sebesi, Lampung Selatan, Lampung, Selasa (1/1/2019). BMKG memasang alat di pulau yang dekat dengan Gunung Anak Krakatau tersebut untuk memantau ketinggian air sekaligus sebagai data dalam menentukan peringatan dini bila terjadi gelombang tsunami di Selat Sunda karena gempa tektonik maupun vulkanik. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/wsj.

Cianjur (ANTARA News) - Lima alat pendeteksi tsunami atau Tsunami Early Warning System (TEWS) yang terpasang di laut Selatan Cianjur, Jawa Barat, hingga saat ini belum diperbaiki karena rusak dan sudah tidak berfungsi.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur, Sugeng Supriyanto, di Cianjur, Selasa, mengatakan, alat tersebut dipasang di Kecamatan Cidaun, Sindangbarang, Agrabinta dan dua lainnya di pasang di titik tertentu.

"Alat tersebut diberikan Badan Nasional Penangulangan Bencana (BNPB) ke BPBD Cianjur pada 2010, sudah hampir delapan tahun alat tersebut ada di laut Selatan Cianjur," katanya.

Namun, keberadaan alat pendeteksi tsunami tersebut mengalami kerusakan dan dipastikan sudah tidak berfungsi sejak dua tahun yang lalu.

Sedangkan tugas pihaknya, hanya mengawasi alat tersebut, tidak diberikan kewenangan lain termasuk memperbaiki.

"BPBD Cianjur hanya memiliki wewenang sebatas mengawasi alat yang dititipkan ke petugas kecamatan yang menerima alat. Sejak alat dipasang di wilayah laut Selatan Cianjur, tidak di sertai dengan serah terima alat tersebut," katanya.

Sehingga pihaknya tidak dapat secara leluasa merawat atau mengawasi. Kerusakan alat pendeteksi tsunami tersebut sudah dilaporkan ke BNPB berbentuk surat resmi, ataupun secara langsung dalam rapat, namun hingga saat ini belum ada tindak lanjut. 

"Tidak hanya di Cianjur, kerusakan alat pendeteksi dini tsunami itu juga terjadi di berbagai wilayah di Indonesia. Sehingga wajar kalau laporan dari Cianjur belum mendapat respon dari BNPB," katanya.

Pihaknya, mengimbau warga di Selatan Cianjur, tidak khawatir dengan tidak berfungsinya alat tersebut karena warga di pesisir sudah bisa membaca atau melihat gejala alam apabila akan terjadi tsunami.

Baca juga: Pemkab Garut belum mampu anggarkan perbaikan alat pendeteksi tsunami
Baca juga: BMKG pasang pengukur tinggi air laut dekat Anak Krakatau
Baca juga: Presiden minta BMKG lengkapi alat deteksi dini tsunami

 

Pewarta : Ahmad Fikri
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar