PT KAI targetkan angkut 435 juta penumpang pada 2019

id Kai,Penumpang kai,Penumpang kereta

Sejumlah calon penumpang menunggu waktu keberangkatan kereta api di Stasiun Tasikmalaya, Jawa Barat, Rabu (26/12/2018). PT Kereta Api Indonesia (KAI) meluncurkan KA Galunggung yang terdiri dari enam unit kereta ekonomi kapasitas 636 tempat duduk, dengan rute baru Tasikmalaya-Kiaracondong. Terhitung sejak 26 Desember 2018 hingga 25 Januari PT KAI menggratiskan tiket untuk rute tersebut. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/kye.

Jakarta (ANTARA News) - PT Kereta Api Indonesia (Persero) memproyeksikan bisa mengangkut 435,49 juta penumpang pada 2019 atau naik 2,5 persen dari realisasi 2018 sebanyak 424,68 juta penumpang.

"Target 2019 nanti kami prediksi 435 juta penumpang atau naik 2,5 persen dari 2018, tergantung ketersediaan armada," kata Direktur Utama KAI Edi Kusmoro di Jakarta, Kamis.

Secara rinci, volume penumpang sepanjang 2018 didominasi commuter line atau KRL sebanyak 336,7 juta orang, diikuti kereta api utama yakni kelas eksekutif, bisnis dan ekonomi sebanyak 44 juta.

Selanjutnya, kereta api lokal menyumbang jumlah penumpang 2018 sebanyak 41,2 juta orang.

Disusul kereta bandara sebanyak 1,59 juta penumpang, LRT Sumatera Selatan sebanyak 927 ribu penumpang dan kereta wisata sebanyak 99 ribu penumpang.

Pada 2018, perseroan juga meningkatkan pelayanan dengan meluncurkan berbagai KA baru serta sarana kereta eksekutif new image berbahan stainless steel dan kereta ekonomi premium (stainless steel).

"Ada juga KA Solo Ekspres, KA Bandara Internasional Minangkabau, KA Kuala Stabas Premium, LRT Sumatera Selatan, KA Prabujaya, juga KA Joglosemarkerto yang menghubungkan jalur utara dan selatan," katanya.

Selain itu, diluncurkan pula KA Galunggung dan perpanjangan rute KA Wijayakusuma dari sebelumnya Cilacap-Solo menjadi Cilacap-Banyuwangi.

Baca juga: KAI targetkan angkut 53,5 juta ton barang pada 2019
Baca juga: KAI angkut 5,7 juta penumpang saat Natal-Tahun Baru 2019

 


Pewarta : Ade irma Junida
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar