Kuota transmigran dari Bantul tertinggi se-Yogyakarta

id 30 kepala keluarga Bantul,tertinggi kuota transmigran Yogyakarta

Pembekalan Calon Transmigrasi Istri Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Marwan Jafar, Ari Haryati Marwan Jafar (kedua kanan), memanen kacang polong yang ditanam di di Balai Besar Transmigrasi Yogyakarta, Minggu (13/3). Sebanyak 30 orang calon transmigran dari Temanggung, Yogyakarta, Purworejo mendapat pelatihan di balai tersebut dan akan ditempatkan di Kalimantan Utara. (ANTARA FOTO/HO/Kemendes PDTT-Sigit Purwanto)

Bantul, 16/1 (ANTARA News) - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Tahun Anggaran 2019 memperoleh kuota program transmigrasi ke luar Pulau Jawa dari pemerintah pusat 30 kepala keluarga, di mana jumlah itu merupakan yang tertinggi di Yogyakarta.

"Kalau animo masyarakat Bantul untuk ikut transmigrasi tinggi, terbukti dengan daftar antrean kita banyak, tahun ini Bantul mendapat bagian 30 keluarga," kata Kepala Bidang Transmigrasi, Perluasan Kerja, dan Penempatan Tenaga Kerja Disnakertrans Bantul Istirul Widilastuti di Bantul, Rabu.

Dia mengatakan kuota tersebut terbanyak di antara kabupaten/kota se-DIY karena daftar antrean yang mencapai ratusan keluarga.

Oleh karena itu, katanya, setiap tahun pemberangkatannya harus dioptimalkan.

Ia mengatakan daerah tujuan transmigrasi pada tahun ini di antaranya Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, Aceh, dan beberapa daerah lain di luar Pulau Jawa.

"Untuk penentuan lokasi itu berdasarkan komunikasi antara pemerintah daerah dengan daerah tujuan, mudah-mudahan sampai detik mau diberangkatkan di sana (lokasi transmigrasi, red.) siap," katanya.

Istirul mengatakan setiap keluarga yang akan diberangkatkan ke wilayah Bulungan dibiayai pemerintah dengan sistem berbagi anggaran antara Pemkab Bantul dengan pemda setempat. Sistem itu dilakukan sejak 2018.

"Sekarang ini kita sudah menjalankan program transmigrasi dengan `sharing` anggaran, tahun lalu sudah dilakukan untuk tujuh kepala keluarga dengan tujuan wilayah Kalimantan Utara, kemudian tahun ini kita tingkatkan ke wilayah Bulungan 10 keluarga," katanya.

Dia juga mengatakan program transmigrasi memang tidak langsung bisa mengentaskan kemiskinan, namun hasilnya akan terlihat 10 tahun setelah penempatan. Hal itu diketahui setelah dilakukan monitoring beberapa kali di lokasi transmigrasi.

"Kita tidak ingin pindahkan kemiskinan, sehingga kita juga harus jeli dan teliti untuk melakukan kerja sama antardaerah, karena dia akan kelihatan sukses setelah 10 sampai 15 tahun. Cuma tingkat keberhasilan antara keluarga satu dengan yang lain beda-beda," katanya.

Baca juga: Bantul akan berangkatkan transmigran awal September

Baca juga: Transmigran ke Kalimantan Utara diberangkatkan Oktober

Baca juga: Banjir satu meter rendam pemukiman transmigran asal Bantul di Banyuasin

Pewarta : Hery Sidik
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar