Airlangga bantah usaha sulit berkembang

id Airlangga Hartarto, debat pilpres, pilpres 2019, menteri perindustrian, ketua umum partai golkar

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto ditemui usai debat pasangan capres dan cawapres Pilpres 2019 di Gedung Bidakara, Jakarta pada Kamis malam (17/1). (Bayu Prasetyo)

    Jakarta, (ANTARA News) -  Ketua Umum Partai Golongan Karya Airlangga Hartarto membantah penjelasan calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno yang menyatakan peluang usaha sulit berkembang karena tidak adanya kepastian hukum.
    "Industri kecil kalau dilihat dari jumlahnya berkembang. Apalagi pemerintah mengeluarkan pajak 0,5 persen untuk usaha kecil dan menengah," jelas Airlangga ditemui usai debat pasangan capres dan cawapres Pilpres 2019 di Gedung Bidakara, Jakarta pada Kamis malam (17/1).
    Menurut Airlangga, ekonomi digital juga mengalami perkembangan pada pemerintahan Kabinet Kerja.
    Kemajuan teknologi ekonomi digital itu dikatakan Airlangga juga turut memudahkan bisnis dan usaha masyarakat.
    "Jadi kalau sekarang para pengusaha kecil, seperti ibu-ibu rumah tangga bisa berjualan melalui online. Dan di era inilah bisa didorong dengan ekonomi digital 4.0," tambah Airlangga yang juga menjabat sebagai Menteri Perindustrian itu.
    Pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo dan Ma'ruf Amin serta calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno telah melakukan debat pilpres yang mengangkat tema hukum, HAM, korupsi dan terorisme.
    Dalam acara tersebut, Sandiaga menyatakan tumpang tindih aturan hukum antara pusat dan daerah membuat susah peluang usaha.

Pewarta : Bayu Prasetyo
Editor: Aris Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar