Presiden tinjau rusun untuk santri di Garut

id rusun santri,pembangunan rusun,pembangunan perumahan

Presiden Joko Widodo mengunjungi Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah di Desa Nglampangsari, Cilawu, Garut, Jumat. (ANTARA/Hanni Sofia)

Garut, Jawa Barat (ANTARA News) - Presiden Joko Widodo dalam kunjungan kerjanya di Kabupaten Garut, Jumat, mampir ke Pondok Pesantren Darul Arqam dan melihat melihat rumah susun (rusun) bagi para santri di sana.

Presiden dan rombongan tiba di Pondok Pesantren yang berada di Desa Nglampangsari, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut, pukul 15.35 WIB, lalu masuk ke rusun Pondok Pesantren Darul Arqam yang dibangun dengan bantuan dana Rp6,9 miliar dari pemerintah pada 2018.

Ia masuk ke barak-barak untuk meninjau kelaikan bangunan dan fasilitasnya didampingi pengasuh pondok pesantren tersebut serta sejumlah pejabat, termasuk Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

"Mengecek saja pembangunan rusun-rusun yang ada di pondok pesantren, sekolah-sekolah, perguruan tinggi, kualitasnya seperti apa, kekurangannya apa, untuk evaluasi ke depan," kata Presiden.

"Kalau kita lihat sekarang desain di luar bagus, dalamnya juga bagus. Yang di sini saya lihat kualitasnya baik," ia menambahkan.

Proyek pembangunan rusun pondok pesantren itu telah 97 persen selesai, Rusun itu bertingkat tiga, memiliki 12 barak dengan kapasitas 216 santri.

Rusun dilengkapi dengan sarana prasarana termasuk jaringan listrik dan air dan mebel.

Presiden mengatakan proyek serupa terus dilakukan dan ditambah kapasitasnya setiap tahun.

"Akan ditambah terus tiap tahun. Tahun ini malah bukan hanya rusun saja, kita juga tambah BLK (Balai Latihan Kerja). Ada mungkin seribuan BLK yang ingin kita bangun dari sini," katanya.

Beberapa santri yang belajar di pondok pesantren tersebut senang bisa menempati rusun.

"Ketika saya melihat bangunan rusun ini, saya pikir ini Hotel Darul Arqom" kata Hija Hamid Fauzi, santri putra kelas X dalam keterangan tertulis pesantren.

Santri putra lainnya, Nabil dan Jafi, mengemukakan rusun jauh lebih baik  dibandingkan dengan asrama yang sebelumnya mereka tempati karena fasilitasnya lebih lengkap.

Sementara santri putri seperti Aisyah, Liesna, dan Ummuhubby berharap pemerintah membangun rusun khusus untuk santri putri.

Baca juga: Presiden Jokowi janjikan rusun untuk santri Ponpes Darul Arqam
 

Pewarta : Joko Susilo, Hanni Sofia
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar