Gunung Anak Krakatau alami kegempaan tremor menerus

id gunung anak krakatau,pvmbg badan geologi kesdm,kegempaan tremor

Erupsi Gunung Anak Krakatau terlihat dari KRI Torani 860 saat berlayar di Selat Sunda, Lampung, Selasa (1/1/2019). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menyatakan Gunung Anak Krakatau masih berada di level III (Siaga). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/wsj.

Bandarlampung  (ANTARA News) - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyampaikan aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung sepanjang Senin (21/1) petang hingga Selasa dini hari mengalami kegempaan tremor menerus.

Pada periode pengamatan 21 Januari 2019, pukul 18.00 sampai dengan 24.00 WIB Gunung Anak Krakatau mengalami kegempaan tremor menerus (microtremor) yang terekam dengan amplitudo 1-16 milimeter (dominan lima milimeter), kata Staf Kementerian Energi Sumber Daya Mineral, Badan Geologi, PVMBG Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau,   Jumono dalam keterangan tertulis PVMBG yang diterima di Bandarlampung, Selasa pagi.

Sepanjang pengamatan, gunung api di tengah laut dengan ketinggian 110 meter dari permukaan laut (mdpl) itu diliputi cuaca mendung dan hujan. Secara visual, gunung itu juga berkabut dan asap kawah tidak teramati.

Angin bertiup lemah ke arah timur laut. Suhu udara 26-27 derajat Celsius, kelembapan udara 0-0 persen, dan tekanan udara 0-0 mmHg.

Kesimpulannya, lanjut dia, tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau masih di Level III (Siaga), sedangkan masyarakat atau wisatawan direkomendasikan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius lima kilometer dari kawah.

Baca juga: Zat besi tinggi dari Gunung Anak Krakatau suburkan perairan
Baca juga: Setelah longsor, bagian Gunung Anak Krakatau muncul

Pewarta : Budisantoso Budiman
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar