Dewa 19 tetap konser di Malaysia meski tanpa Ahmad Dhani

id dewa 19,ahmad dhani,ari lasso

Ari Lasso dan Once Mekel membuat pengunjung ikut bernyanyi dalam reuni Dewa 19 di Synchronize Fest 2018 (ANTARA News/Chairul Rohman)

Jakarta (ANTARA News) - Kasus hukum yang membelit musisi Ahmad Dhani tidak menghalangi rencana Konser Reuni Dewa 19 di Malaysia pada 2 Februari 2019.

Ahmad Dhani divonis 1,5 tahun penjara atas kasus ujaran kebencian, Senin. 

Dewa 19 dalam keterangan pers yang diunggah di akun Instagram mengatakan konser reuni yang juga menghadirkan Ari Lasso dan Once Mekel, yang pernah jadi vokalis band ternama itu, akan tetap berjalan.

Baca juga: KPU katakan status pencalegan Ahmad Dhani tunggu putusan inkrah pengadilan

"Konser @dewa19reunionmy akan tetap berlangsung pada 2 Februari 2019 yang akan datang di Stadium Malawati Shah Alam Malaysia. Show Must Go On!!! See you next week Baladewa Malaysia!!! " tulis Dewa 19.

 

CEO Nizza Production, Nik Iruwan, dalam keterangan resmi menegaskan tidak ada penundaan ataupun pembatalan konser.

"Penggemar Dewa 19 yang sudah membeli tiket tak perlu khawatir karena konser tetap berlangsung. Dewa 19 akan tetap memberikan penampilan terbaik untuk semua penggemar Malaysia," ujar dia.

Ari Lasso juga menyatakan hal senada di akun Instagram miliknya. Ari mengatakan para penggemar di Malaysia bisa tetap menyaksikan penampilan Dewa 19 sesuai jadwal. Tidak ada perubahan, kecuali ketidakhadiran Ahmad Dhani.

Baca juga: Ahmad Dhani divonis, Ari Lasso unggah foto berdua

 

"Untuk Baladewa/wi Malaysia kami akan tetap menggelar konser tgl 2 Februari di Kuala Lumpur, sesuai jadwal.. Tidak ada yg berubah. 
Meski Bro @ahmaddhaniofficial tidak bisa ikut bergabung. Sampe ketemu."

Baca juga: Ahmad Dhani ajukan banding pada Selasa

Menurut pengacara Ahmad Dhani, Hendarsam Marantoko, kliennya akan langsung mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi DKI Jakarta pada Selasa (29/1), terhadap putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang menghukum penjara 1,5 tahun.

 

Pewarta : Nanien Yuniar
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar