BPBD Lhokseumawe-Aceh ingatkan bahaya kebakaran akibat angin kencang

id kebakaran,angin kencang,Lhokseumawe

BPBD Lhokseumawe-Aceh ingatkan bahaya kebakaran akibat angin kencang

Kebakaran Di Lhokseumawe Petugas pemadam kebakaran melakukan proses pembasahan kebakaran permukiman di Desa Hagu Selatan, Lhokseumawe, Aceh, Selasa (31/10/2017). Penyebab kebakaran tersebut masih dalam penyelidikan petugas. (ANTARA /Rahmad)

Lhokseumawe, Aceh (ANTARA News) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengingatkan kepada warga di Lhokseumawe, Provinsi Aceh untuk lebih berhati-hati dan mewaspadai bahaya kebakaran akibat angin kencang dalam beberapa hari terakhir di wilayah itu.

"Kondisi cuaca yang terik serta angin kencang berpotensi terjadinya kebakaran, baik kebakaran rumah maupun lahan, terutama lahan yang ditumbuhi semak dan ilalang,"  kata Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Lhokseumawe, Ridwan Puteh di Lhokseumawe, Kamis.

Oleh karena itu, kepada warga sangat diharapkan untuk lebih berhati-hati, karena dengan kondisi cuaca seperti sekarang, sangat mudah terbakar terhadap objek-objek kering dan terbuka, seperti halnya kebakaran ilalang yang terjadi pada 3 titik di Kota Lhokseumawe dalam sepekan terakhir.

"Kita sangat mengharapkan kepada warga, supaya berhati-hati dengan bahaya kebakaran karena dapat saja dengan mudah terjadi apabila lengah," katanya.

Kehati-hatian itu, di antaranya seperti jangan membuang puntung rokok sembarangan di lahan kering atau membakar sampah tanpa dikontrol serta kegiatan lainnya yang berpotensinya terjadinya kebakaran.

Sementara itu, menurut informasi dari Badan Metreologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, kondisi kecepatan angin yang tergolong tinggi tersebut diperkirakan akan berlangsung beberapa hari ke depan, kata Arijuddin, prakirawan BMKG Stasiun Malikussaleh, Aceh.

Kondisi tersebut diakibatkan oleh perbedaan tekanan antara dataran Asia dan Indonesia (khususnya Aceh) cukup besar. Untuk tekanan udara di Aceh termasuk rendah dibandingkan tekanan udara di dataran Asia.

Akibat perbedaan tekanan udara tersebut, membuat pergerakan massa udara dari Asia menuju Indonesia cukup kuat dalam beberapa hari terakhir, katanya.

Menurut Arijuddin, terkait tidak turun hujan dalam sepekan pekan terakhir, dikarenakan sulitnya terbentuknya awan-awan penghujan, karena kelembaban udara tergolong rendah.

Untuk kondisi angin kencang, diimbau kepada warga agar memperhatikan potensi robohnya pohon besar maupun baliho yang berukuran besar, dan terkait pada titik panas diimbau agar tidak membakar lahan.

Baca juga: Di Lhokseumawe-Aceh, kebakaran mulai terjadi di lahan gambut

Baca juga: Bandara Malikussaleh Lhokseumawe lumpuh akibat asap

Pewarta : Mukhlis
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar