Menteri Lingkungan prihatin sampah tepi pantai sampai 106 kg/m2

id sampah pantai,sampah laut,pencemaran laut,penanganan sampah

Nelayan menepikan perahunya melewati tumpukan sampah yang berserakan di Pantai Muara Lasak, Padang, Sumatera Barat, Kamis (24/1/2019). Nelayan mengeluhkan sampah dari hulu yang bertumpuk sejak Senin (22/1) tersebut karena menghambat akses perahu mereka untuk pergi melaut. (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)

Cirebon, Jawa Barat (ANTARA News) - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengatakan volume sampah pada setiap luasan satu meter persegi di daerah tepi pantai sampai 106 kilogram dan menekankan pentingnya gerakan bersama untuk membersihkan kawasan pantai dari sampah.

"Sampah yang berada di tepi pantai per satu meter persegi ada 106 kg, ini cukup menjadikan prihatin," katanya di Cirebon, Jumat.

"Kalau kita melihat perkembangannya sampai sekarang, khususnya masalah sampah di laut itu sudah menjadi masalah internasional dan dalam kaitan itu mata internaional tertuju kepada Indonesia," katanya.

Siti mengatakan sampah yang berada di pantai dan laut kebanyakan berasal dari daratan, yang masuk ke sungai-sungai yang bermuara ke laut.

"Persoalannya adalah 80 persen dari pencemaran sampah plastik di laut itu datangnya dari daratan, yaitu melalui sungai-sungai, meskipun ada penelitian dari ITB pada 2018 bahwa ada juga sampah plastik yang terbawa dari arus laut internasional yaitu di Asia Timur turun ke Indonesia," katanya.

Dia mengatakan kondisi itu menyeru semua pihak untuk bergerak melakukan upaya pembersihan. Pemerintah pusat dan daerah, perusahaan negara maupun swasta, organisasi dan warga, harus turun tangan membersihkan dan menjaga kebersihan lingkungan pantai dan laut.

Baca juga:
KKP: Sampah plastik laut ancaman keberlanjutan sumber daya ikan
Indonesia targetkan 15 persen pengurangan sampah laut pada 2019
Pantai Kedonganan dipenuhi sampah plastik

 

Pewarta : Khaerul Izan
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar