Peringatan dini cuaca buruk diinformasikan BPBD Lebak-Banten

id peringatan dini cuaca buruk,BPBD Lebak

Nelayan perahu tradisional berusaha melewati gelombang di perairan laut Lhokseumawe, Aceh, Rabu (9/1). Kondisi cuaca buruk gelombang tinggi di sertai angin kencang mengakibatkan sebagian besar nelayan tidak melaut, kondisi cuaca buruk itu menurut laporan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisikan Aceh akan terus berlangsung dua hari ke depan, 10-11 Januari 2019. ANTARA FOTO/Rahmad/pd. (ANTARA FOTO/RAHMAD)

Lebak,  Banten (ANTARA News) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, menyampaikan peringatan dini cuaca buruk guna mengurang risiko kebencanaan.

"Peringatan dini cuaca buruk itu disampaikan kepada warga yang tinggal di daerah rawan bencana alam," kata Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Kaprawi di Lebak, Jumat.

Berdasarkan laporan BMKG Serang, diprakirakan satu pekan ke depan cuaca buruk masih melanda wilayah Kabupaten Lebak yang ditandai hujan deras disertai petir.

Peluang hujan tersebut berpotensi menimbulkan bencana alam karena intensitasnya cukup tinggi. Bahkan, peluang hujan terjadi siang, sore, malam, hingga pagi hari.

Oleh karena itu, pihaknya meminta warga meningkatkan kewaspadaan terkait dengan kemungkinan terjadi bencana alam.

Namun, kata dia, masyarakat yang harus waspada itu, terutama mereka yang tinggal di pegunungan dan perbukitan.

Ia menjelaskan lokasi seperti itu cukup rawan pergerakan tanah hingga longsor, termasuk retakan tanah di Desa Sudamanik, Kecamatan Cimarga dan Desa Gunungwangun, Kecamatan Cibeber.

"Kami minta warga yang tinggal di lokasi bencana retakan tanah jika hujan terus menerus lebih dari dua hari sebaiknya mengungsi ke tempat yang lebih aman guna menghindari korban jiwa," katanya.

BPBD juga menyiagakan relawan di lokasi yang terdampak retakan tanah menyusul cuaca buruk itu. Tugas relawan tangguh bencana itu bertindak cepat dalam melakukan evakuasi warga di lokasi rawan bencana alam.

Relawan juga mampu mengoperasikan peralatan evakuasi, antara lain mengemudikan kendaraan hingga mengoperasikan perahu.

Selain itu, memiliki kemampuan mendirikan tenda pengungsian dan juru masak.

"Kami memberlakukan piket para relawan agar menyampaikan laporan cuaca, juga potensi bencana di daerah, sehingga terkoordinasi jika terjadi bencana alam," katanya.

BPBD juga mengimbau masyarakat, aparat kecamatan, dan desa/kelurahan agar meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana alam.

Pihaknya telah menyiapkan berbagai peralatan evakuasi, logistik, serta obat-obatan. Peralatan evakuasi, antara lain perahu motor, pelampung, tenda, kendaraan operasional, dan mobil dapur.

Di samping itu, pihaknya berkoordinasi dengan TNI, Polri, Tagana, PMI, Dinas Bina Marga, Dinas Kesehatan, ORARI, pers, aparat kecamatan, dan masyarakat.

 "Kami minta warga waspada dan siaga menghadapi cuaca buruk itu agar tidak menimbulkan korban kebencanaan," katanya.

Baca juga: Nelayan Lebak berhenti melaut akibat cuaca buruk

Baca juga: Cuaca buruk, ribuan nelayan Lebak menganggur

Pewarta : Mansyur Suryana
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar