MUI sayangkan parpol Islam terpecah

id Din syamsuddin,Parpol islam,Capres 2019

Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Wantim MUI) Din Syamsuddin (tengah) di acara Rapat Pleno Dewan Pertimbangan MUI ke 36 bertajuk Silaturahim dan Dialog Capres-Cawapres 2019, di Kantor MUI, Jakarta, Rabu (20/2/2019). (ANTARA News/ Anita Permata Dewi)

Jakarta (ANTARA News) - Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Wantim MUI) Din Syamsuddin menyayangkan sejumlah partai politik Islam yang terpecah akibat kepentingan politk.

"Porak-poranda dalam arti jalan masing-masing," kata Din Syamsuddin dalam Rapat Pleno Dewan Pertimbangan MUI ke 36 bertajuk Silaturahim dan Dialog Capres-Cawapres 2019, di Kantor MUI, Jakarta, Rabu.

Terlebih sejumlah partai politik berbasis keagamaan itu sudah memilih mendukung calon presiden tertentu sehingga sulit untuk saling bekerja sama demi umat.

"Masing-masing (parpol) sudah punya calonnya (capres). Jadi terlalu berat kepentingan politik bersifat duniawi. Ini dari sudut penilaian kami, sangat disayangkan," katanya.

Din pun menyerukan agar parpol-parpol Islam bisa bersatu karena mereka sebenarnya memiliki tujuan yang sama yaitu berjuang atas nama agama.

Menurut dia, kerja sama antarparpol Islam untuk bersama-sama memperjuangkan kesejahteraan masyarakat lebih besar manfaatnya dibandingkan saling bersaing untuk mengejar kekuasaan legislatif maupun eksekutif.

"Seharusnya mereka berkoalisi secara strategis. Wawasan Islam kan luas tentang pembangunan kebudayaan Indonesia, pembangunan ekonomi, sosial," katanya.  

Baca juga: Luhut mengaku hanya ingin dinginkan suasana saat debat capres

Baca juga: Data BPS sering dijadikan polemik jelang Pemilu 2019

 

Pewarta : Anita Permata Dewi
Editor: Budi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar