ACT siap gelar konser kemanusian bencana Selat Sunda

id Konser kemanusiaan ACT,Tsunami Selat Sunda,Bantu nelayan

Ilustrasi (antaranews/Grafis)

Bandarlampung (ANTARA News) - Aksi Cepat Tanggap (ACT) siap melaksanakan konser kemanusian sebagai bentuk apresiasi kepada semua pihak yang peduli terhadap korban bencana tsunami Selat Sunda pada Sabtu 23 Februari 2019.

"Persiapan konser kemanusian sudah hampir 90 persen, hanya menyiapkan beberapa item saja yang harus dikejar. Tetapi prinsipnya semua sudah siap untuk konser tersebut," kata Kepala Cabang ACT Lampung Dian Eka Darma Wahyuni, di Bandarlampung, Jumat.

Menurutnya, persiapannya saat ini sudah berjalan baik. Jika dilihat dengan kesiapan banyak pengisi acara, dari artis pendukung acara, para relawan, dan para tamu yang diundang.

Selain itu, animo masyarakat juga tinggi untuk mendukung penuh acara kemanusian tersebut.

"Sangat bagus respon masyarakat terhadap konser kemanusian ini, semoga konser amal ini dapat berjalan dengan lancar, aman dan tertib sampai acara selesai," katanya.

Ia menjelaskan, maksud dan tujuan diselenggarakan acara ini untuk memberikan apresiasi kepada selurun elemen masyarakat yang telah peduli dengan korban tsunami Selat Sunda.

Selain itu juga menjadi waktu yang tepat untuk melaporkan progres keberadaan ACT di daerah lokasi bencana dan yang terakhir untuk mengedukasi masyarakat untuk wakaf tunai.

"Acara ini bentuk kemanusian untuk para korban tsunami Selat Sunda, semoga banyak masyarakat yang ingin wakaf tunai pada acara ini," kata dia.

Ia mengatakan, wakaf tunai yang diselenggarakan pada acara itu akan dimanfaatkan untuk pengadaan perahu bagi nelayan yang sampai saat ini masih membutuhkan.

Melalui konser kemanusiaan tersebut juga diharapkan kepedulian masyarakat masih tetap tinggi dan bersama-sama membangun daerah terdampak tsunami pada akhir Desember 2018 itu terutama disektor ekonomi.

Baca juga: Relawan ACT lanjutkan gowes menuju Banten bantu korban bencana
Baca juga: Konsep filantropi Islam diyakini bisa entaskan kemiskinan

Pewarta : Triono Subagyo dan Emir FS
Editor: Desi Purnamawati
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar