Rommy harap Neno Warisman bertobat

id neno warisman,ppp,Romahurmuziy,neno tobat,munajat,doa neno

Ketua Umum DPP PPP, M Romahurmuziy. (Istimewa)

Yogyakarta (ANTARA News) - Ketua Umum DPP PPP, Romahurmuziy, berharap Neno Warisman bertobat setelah membacakan puisi kontroversial pada malam "Munajat 212" di Monas, Jakarta Pusat, Kamis malam (21/2).

"Saya berharap Mbak Neno bertobat karena merasa diri yang paling benar dan beragamalah dengan sejuk," kata Rommy, seusai acara Halaqah Ulama dengan tema "Merawat Ukhuwah Islamiyah, melawan Hoax dan Fitnah" di Pondok Pesantren Sunan Pandanaran, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu.

Rommy menilai puisi yang dibacakan Neno pada Munajat 212 mencerminkan sikap intoleran dan hiperbolisme dalam beragama.
Puisi itu juga dinilai berpotensi mengadu domba masyarakat serta menyulut kebencian.

"Karena seolah-olah kemudian dia merasa yang paling benar dan inilah sebenarnya sebuah paham intoleran yang hari ini semakin berkembang dan tersematkan kepada kelompok pendukung (capres-cawapres) 02," kata dia. 

PPP dalam kontestasi Pemilu 2019 ada di koalisi pendukung petahana, Jokowi, yang berpasangan dengan ulama senior, KH Ma'ruf Amin, dan mereka berdua mendapat nomor 01. Pada sisi lain, pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno juga maju dan mendapat nomor 02.

Rommy mengatakan, sesuai dengan isi puisi itu, menggambarkan bahwa apabila calon presiden-wakil presiden nomor urut 02 kalah pada Pemilu 2019 maka tidak ada yang menyembah Allah SWT.

"Umat Islam mayoritas itu khan ada di pasangan capres-cawapres 01, jadi kalau dia mengatakan tidak ada yang menyembah memangnya yang di 01 itu kafir semua?," kata politisi muda usia itu.

Menurut dia, melalui puisi itu Neno seolah telah mendahului ketentuan Tuhan dengan menghakimi keagamaan seseorang dengan menyiratkan seolah-olah pada pihak pasangan calon presiden-wakil presiden 01 tidak ada yang beragama. Padahal keagamaan seseorang, lanjut Rommy, baru akan dinilai Tuhan pada saat kiamat tiba.

"Saya hanya mengingatkan kepada Mbak Neno Warisman janganlah beragama dengan cara yang demikian karena beragama dengan cara yang demikian menunjukkan awal dari kesesatan. Awal dari kesesatan itu adalah manakala dirinya merasa yang paling benar," ujar dia.

Puisi Neno yang kontroversial pada penggalan berikut: Namun, kami mohon jangan serahkan kami kepada mereka yang tak memiliki kasih sayang pada kami dan anak, cucu kami dan jangan, jangan kau tinggalkan kami dan menangkan kami. Karena jika engkau tidak menangkan kami, (kami) khawatir Ya Allah, kami khawatir Ya Allah, tak ada lagi yang menyembahmu.

"Jadi jangan diputarhaluankan umat ini dengan penyesatan-penyesatan yang tidak perlu. Mari kita meluruskan pemilih kita dengan persepsi politik yang benar yang berbasiskan kepada fakta," kata Rommy.

Pewarta : Luqman Hakim
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar