Sukarelawan galang donasi "gowes" untuk korban tsunami Selat Sunda

id Akbar Cutong,gowes ACT,tsunami selat sunda

Sejumlah nelayan memindahkan perahu yang dihempas tsunami ke tepi laut di kampung nelayan I, Labuan, Pandeglang, Banten, Rabu (9/1/2019). Akbar Cutong (28), sukarelawan Aksi Cepat Tanggap (ACT) melakukan penggalangan donasi dengan bersepeda rute Surabaya-Banten sejauh 1.100 kilometer untuk membantu korban tsunami di Selat Sunda khususnya nelayan yang perlu dana perbaikan kapal. ANTARA FOTO/Harosan Akhmad/af/aww. (ANTARA FOTO/HAROSAN AKHMAD)

Semarang (ANTARA News) - Akbar Cutong (28), sukarelawan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) dan Aksi Cepat Tanggap (ACT) melakukan penggalangan donasi dengan bersepeda rute Surabaya-Banten sejauh 1.100 kilometer untuk membantu korban tsunami di Selat Sunda beberapa waktu lalu.

Ditemui saat singgah di Kota Semarang, Minggu pagi, Akbar mengungkapkan latar belakang dirinya tergerak melakukan aksi sosial dengan "gowes" karena para korban tsunami di Selat Sunda, Banten, Jawa Barat, masih banyak yang membutuhkan bantuan.

"Masyarakat di sana masih sangat membutuhkan bantuan untuk pemulihan ekonomi pascabencana tsunami, terutama nelayan karena 70 persen penduduk setempat berprofesi sebagai nelayan," katanya.

Pria asal Sinjai, Sulawesi Selatan itu mengajak masyarakat, terutama di daerah yang disinggahinya agar meningkatkan kepedulian terhadap sesama, khususnya yang menjadi korban bencana alam.

"Dengan `gowes` ini saya ingin menanamkan dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama karena berapaun bantuan yang kita berikan akan sangat bermanfaat bagi yang membutuhkan," ujarnya.

Terkait dengan persiapan "gowes" yang dimulai dari Kota Surabaya pada 17 Februari 2019, Akbar mengaku hanya melakukan persiapan fisik dan menyiapkan sepeda "onthel" guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan selama di perjalanan.

Selama perjalanan, Akbar hanya membawa pakaian secukupnya, pompa angin, alat penerangan, dan lebih memilih mengayuh sepedanya pada malam hari hingga siang pukul 10.00 WIB.

"Kalau siang saya beristirahat di tempat-tempat yang dilalui seperti Mapolsek atau kantor Koramil, namun yang namanya perjalanan jauh pasti ada kendala di jalan seperti ban kempis atau pedal rusak," katanya.

Setelah singgah untuk menggalang donasi dan bertemu para sukarelawan di Kota Semarang, Akbar meneruskan perjalanan dengan tujuan Cirebon yang dilanjutkan ke Bandung, Jakarta, serta Banten.

Partnership ACT Jawa Tengah Maruf Setiawan menambahkan pihaknya telah beberapa kali mengirimkan bantuan logistik maupun bahan pangan dan kebutuhan dasar lainnya ke para korban tsunami di Banten.

"Masyarakat yang menjadi korban tsunami sampai saat ini masih membutuhkan bantuan, terutama nelayan akibat ratusan perahu mengalami kerusakan," ujarnya.

Baca juga: Relawan ACT lanjutkan gowes menuju Banten bantu korban bencana
Baca juga: Konser peduli kemanusiaan tsunami kumpulkan Rp58 juta
Baca juga: Sederet artis meriahkan pagelaran kemanusiaan peduli korban tsunami

Pewarta : Wisnu Adhi Nugroho
Editor: Budi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar