Indonesia miliki potensi 10 wilayah cadangan gas

id Migas,Cadangan

ILUSTRASI (ANTARANews.com)

Jakarta,  (ANTARA News) - Satuan Kerja Khusus minyak dan gas bumi (SKK Migas) mengidentifikasi ada 10 potensi wilayah kerja yang memiliki cadangan migas. 

"Wilayah-wilayah tersebut diantaranya North Sumatera (Mesozoic Play), Center of Sumatera (Basin Center), South Sumatera (Fractured Basement Play), Offshore Tarakan, NE Java-Makassar Strait, Kutai Offshore, Buton Offshore, Northern Papua (Plio-Pleistocene dan Miocene Sandtone Play), Bird Body Papua (Jurassic Sandstone Play), dan Warim Papua,"  berdasarkan data SKK Migas yang dihimpun Antaranews.com di Jakarta,  Jumat.

Sementara itu,  Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar membenarkan bahwa Indonesia masih memiliki potensi migas raksasa (giant field) di beberapa wilayah.

Salah satu wilayah tersebut adalah South Sumatera (Fractured Basement Play). Di sana telah ditemukan cadangan gas bumi sebesar 2 triliun kaki kubik (TCF) gas di Wilayah Kerja Sakakemang, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan dengan Repsol sebagai KKKS nya.

"Semoga ini bisa membangkitkan semangat eksplorasi di Indonesia ke depan, karena masih banyak basin kita dan play kita yang belum di eksplorasi, dan ternyata Alhamdulillah kita menemukan yang baru," ujar Arcandra.
 
Arcandra menyebut, potensi cekungan gas yang ada akan bisa dioptimalkan dengan kerja keras, teknologi baru, dan sejalan dengan penyesuaian kebijakan sistem fiskal industri migas. 

"Selama kita bersungguh-sungguh menjalakan semua program eksplorasi, dan juga dukungan dari pemerintah untuk mempermudah bisnis hulu migas di Indonesia, termasuk dalam hal ini mendorong untuk penggunaan gross split," ungkap Arcandra.

Ke depan, Pemerintah juga akan mempermudah penawaran Wilayah Kerja (WK) Migas kepada investor. Data mengenai Basin yang terdaftar, akan dibuka agar dapat dianalisa. 

Baca juga: Cadangan baru di Blok Sakakemang disebut penemuan terbesar keempat di dunia
Baca juga: SKK Migas: Indonesia barat masih berpotensi untuk dieksplorasi

Pewarta : Afut Syafril Nursyirwan
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar