Pasukan Suriah dukungan AS perkirakan bertempur dengan IS Minggu

id Pasukan Suriah,pertempuran ,IS

Tentara Pasukan Demokratis Suriah menaiki kendaraan lapis baja setelah Raqqa dibebaskan dari milisi Negara Islam, di Raqqa, Suriah, Selasa (17/10/2017). (REUTERS/Erik De Castro)

Dekat Baghouz, Suriah (ANTARA) - Pasukan Suriah dukungan Amerika Serikat yang menutup benteng teritorial terakhir IS dekat perbatasan Irak memperkirakan "pertempuran menentukan" akan terjadi pada Minggu setelah ada pergerakan lamban, kata seorang juru bicara Sabtu (2/3) malam.

"Kami perkirakan pertempuran menentukan akan terjadi pada pagi," kata Marvan Qamishlo, perwira media militer untuk Pasukan Demokratik Suriah (SDF), kepada Reuters di satu bukit yang menghadap desa Baghouz.

"Daesh menanam ranjau-ranjau di kawasan itu. Ribuan ranjau ditanam di sepanjang di jalan-jalan," katanya, menggunakan penyebutan IS dalam bahasa Arab yang dikutip oleh Reuters.

IS mengalami kekalahan di wilayah terakhir yang mereka kuasai pada Sabtu, saat SDF mengatakan mereka mendekati benteng terakhir kelompok itu di dekat perbatasan Irak, mengakhiri upaya selama empat tahun untuk mengusirnya.

"Kami berharap itu akan segera berakhir," kata juru bicara SDF, Mustafa Bali kepada Reuters.

Sementara kejatuhan Baghouz, desa Suriah di pinggiran Sungai Eufrat, akan menandai tonggak sejarah dalam aksi melawan ekstremis, mereka tetap menjadi ancaman dengan menggunakan taktik gerilya dan menguasai beberapa tempat terpencil lebih jauh ke barat.

Ribuan pengikut dan pejuang IS, yang secara perlahan-lahan mundur ke Baghouz saat kelompok tersebut terusir berbagai negara-negara, keluar dari sekelompok dusun kecil dan lahan pertanian di Provinsi Deir al-Zor selama beberapa pekan terakhir.

Evakuasi mereka menghalangi serangan terakhir hingga Jumat malam saat SDF mengatakan pihaknya berhasil maju dan tidak akan berhenti sampai para ekstremis dikalahkan.

Baca juga: Taufiq Al-Buthi: Suriah difitnah media Barat
Baca juga: Ribuan orang menyelamatkan diri dari IS ke kamp di Suriah


Penyunting: Mohamad Anthoni

Pewarta : Antara
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar