BPBD: cuaca ekstrem diprediksi hingga tiga hari

id cuaca ,BPBD,mataram

Ilustrasi - Peringatan Dini Cuaca Buruk. Sejumlah petugas bandara beraktivitas saat terjadi hujan lebat disertai angin kencang di Lombok International Airport (LIA) di Praya, Lombok Tengah, NTB, Minggu (19/11/2017). Stasiun Meteorologi Bandara Internasional Lombok, menyatakan kondisi cuaca NTB untuk tiga hari ke depan berpotensi tejadi hujan sedang hingga lebat disertai kilat petir dan angin kencang pada siang hingga sore di seluruh wilayah di Pulau Lombok, Sumbawa Barat, Dompu, hingga Bima dan masyarakat diimbau agar waspada dan berhati-hati. (ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi)

Mataram (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menyebutkan cuaca ekstrem berupa hujan deras dan angin kencang diprediksi terjadi hingga tiga hari ke depan karenanya masyarakat diimbau waspada.

"Dari informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang kami terima, hujan disertai angin kencang akan terjadi hingga tiga hari ke depan," kata Kepala Seksi Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram M Sukwan Hafid di Mataram, Jumat.

Sejak Rabu (7/3), hujan deras dan angin kencang melanda Kota Mataram dan sekitarnya karenanya masyarakat diminta untuk tetap waspada saat beraktivitas di luar ruangan.

Ia mengatakan, kondisi cuaca seperti sekarang ini tim BPBD tetap siaga di posko bencana menerima laporan masyarakat yang membutuhkan, termasuk informasi terhadap potensi bencana agar bisa segera ditindaklanjuti.

Potensi bencana yang dimaksudkan antara lain, gelombang pasang, banjir, genangan, tanah longsor, serta luapan air sungai atau luapan drainase. Tapi, untuk potensi bencana tersebut hingga kini BPBD belum menerima laporan.

"Tadi malam, kami hanya menerima laporan pohon tumbang sebanyak empat pohon diempat titik," ujarnya.

Dalam penanganan pohon tumbang tersebut, pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), untuk melakukan pemotongan batang dan dahan pohon agar tidak mengganggu arus lalu lintas.

"Tugas kami membuka jalan yang tertutup akibat pohon yang tumbang ke jalan. Pembersihan pohon tumbang itu kita kerjakan hingga dini hari. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa maupun kerugian akibat pohon tersebut," katanya.

Di sisi lain, lanjutnya, selain siaga diposko bencana, tim BPBD Mataram juga aktif melakukan patroli pada sejumlah titik rawan bencana. Titik rawan bencana antara lain, sepanjang aliran sungai, drainase dan pinggir pantai.

Dari hasil pantauan sementara, meskipun terjadi hujan deras disertai angin kencang, debit air sungai Mataram masih relatif aman. Begitu juga dengan kondisi tinggi gelombang masih normal.

"Tinggi gelombang saat ini masih berkisar satu hingga satu setengah meter. Namun kami tetap ingatkan nelayan agar tidak melaut hingga cuaca membaik. Kalau memang harus melaut nelayan harus ekstra waspada," katanya menambahkan. (*)
 

Pewarta : Nirkomala
Editor: Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar