KPK akan datangi empat DPP parpol diskusi perbaikan pendanaan

id KPK, PARPOL, DISKUSI, DANA, PKS, GERINDRA, PDI-P, PKB

Juru Bicara KPK Febri Diansyah. (Antara/Benardy Ferdiansyah)

Jakarta (ANTARA) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa (12/3) akan mendatangi empat kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Politik (parpol) berdiskusi terkait upaya perbaikan pendanaan parpol.

"Besok di Jakarta, tim satgas untuk politik berintegritas yang ada di Diknyanmas (Direktorat Pendidikan dan Layanan Masyarakat KPK) mulai mendatangi kantor-kantor DPP parpol dan berdiskusi terkait dengan upaya perbaikan pendanaan parpol," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jakarta, Senin.

Menurut Febri, perbaikan pendanaan itu bisa beberapa hal, yakni menghitung dana yang rasional dan realistis yang dibutuhkan oleh parpol dalam berkegiatan.

"Kedua, membahas aspek akuntabilitas dan keterbukaannya pada publik karena uang yang digunakan itu adalah uang dari masyarakat. Nah, kami akan duduk, tim KPK akan datang dan diskusi bersama unsur-unsur DPP di parpol," tuturnya.

Ia mengatakan bahwa empat DPP parpol yang mulai didatangi pada Selasa (12/3), yaitu Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Menurut dia, tim satgas untuk politik berintegritas nantinya akan melakukan "roadshow" dan berdiskusi dengan unsur pimpinan parpol, khususnya terkait dengan pengelolaan keuangan parpol.

"Karena dari banyak kajian yang dilakukan oleh KPK dan juga dari kasus-kasus yang dicermati oleh KPK, salah satu akar persoalan dari korupsi politik itu yang harus diselesaikan adalah dari aspek pendanaannya," kata Febri.

Dalam konteks tersebut, kata dia, KPK mendekati dari perspektif pencegahan selain upaya penindakan yang dilakukan selama ini.

"Untuk partai-partai yang lain direncanakan kami akan datang pada tanggal 14 Maret," ungkap Febri.

Baca juga: KPK akan undang bendahara parpol diskusi soal pendanaan politik

Pewarta : Benardy Ferdiansyah
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar