Hasil survei Alvara: Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf Amin 53,9 persen

id Hasil survei Alvara,Jokowi-Ma'ruf,Pemilu 2019

Founder and CEO Alvara Research Center, Hasanuddin Ali, saat mempresentasikan hasil survei terbaru Alvara, di Jakarta, Jumat (15/3/2019). (Antaranews/Riza Harahap)

Jakarta (ANTARA) - Hasil survei Alvara Research Center (ARC) menyimpulkan Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden RI Joko Widodo-Ma'ruf Amin memiliki elektabilitas 53,9 persen, sedangkan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno elektabilitasnya 34,7 persen.

 

"Masih ada sebanyak 11,4 persen pemilih yang belum menentukan pilihannya atau 'undecided voters'," kata Founder dan CEO ARC Hasanuddin Ali saat memublikasikan hasil surveinya di Jakarta Pusat, Jumat.

Menurut Hasanuddin Ali, dari hasil survei tersebut, pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin, unggul 19,2 persen. "Tren elektabilitas kedua pasangan, dari waktu ke waktu elektabilitasnya tidak mengalami perubahan signifikan. Kecenderungannya, elektabilitas kedua pasangan calon turun tipis, sedangkan undecided voters bertambah sedikit," katanya.

Pada survei ARC sebelumnya,  Desember 2018, pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin, elektabilitasnya 54,3 persen, sedangkan Prabowo-Sandiada elektabilitasnya 35,1 persen. Kemudian, "undecided voters" 10,6 persen. "Jadi, hasil survei terbaru ini tidak begitu jauh perubahannya," ujarnya.

Dengan hasil kesimpulan tersebut, menurut Hasanudin, kedua pasangan calon sudah memiliki pemilih yang tidak berubah pilihannya. "Pergeseran pada tingkat elektabilitas yang tidak signifikan terjadi pada pemilih 'undecided voters' dan 'swing voters'," katanya.

Hasan menjelaskan, ketika ditanya kepada responden, apakah masih akan berubah pilihannya, sebanyak 80,7 persen yang akan memilih Jokowi-Ma'ruf menyatakan, tidak akan mengubah pilihannya. Sedangkan di kubu Prabowo-Sandiaga, ada 78,2 persen yang menyatakan tidak akan mengubah pilihannya.

"Pemilih Jokowi-Ma'ruf agak lebih solid dibandingkan dengan pemilih Prabowo-Sandi," ujar Hasan.

Untuk "undecided voters" 11,4 persen,  kata Hasan, lebih banyak adalah pemiih muda. "Ada ceruk pemilih yaitu pemilih muda yang persentase yang belum memutuskan besar dibandingkan generasi lainnya. Partisipasi mereka dalam menggunakan hak pilih juga rendah. Hal ini berpotensi golput," katanya.

Survei ARC diselenggarakan pada tanggal 22 Februari hingga 2 Maret 2019 terhadap 1.201 responden yang berusia 17 tahun ke atas dan tersebar di 34 provinsi di Indonesia.

Survei dilakukan dengan metode multistage random sampling, dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin error 2,88 persen.***2***

Pewarta : Riza Harahap
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar