TKI Hong Kong hilang ditemukan Polisi Shenzhen

id TKI Hong Kong,TKI kerja dua tempat,Shenzhen ,tki hilang,perlindungan wni

Pintu keluar stasiun MRT di pos perbatasan Hong Kong-China di Luohu, Shenzhen, China. (M. Irfan Ilmie)

Beijing (ANTARA) - Seorang tenaga kerja Indonesia yang hilang sejak Minggu (10/3), akhirnya ditemukan oleh petugas kepolisian di Shenzhen, China.

"Tadi malam telah ditemukan PMI (pekerja migran Indonesia) tersebut," kata Konsul Penerangan Sosial dan Budaya Konsulat Jenderal RI di Hong Kong, Yuni Suryati, kepada Antara di Beijing, Sabtu.

TKI asal Majalengka, Jawa Barat, Yayah Sunayah (36) sebelumnya dikabarkan hilang saat berwisata ke Shenzhen, Provinsi Guangdong, pada Minggu (10/3).

Pekerja migran perempuan tersebut berangkat ke Shenzhen yang bisa ditempuh dengan perjalanan darat dari Hong Kong itu bersama beberapa wisatawan melalui jasa agen perjalanan wisata.

Begitu salah satu anggota rombongannya hilang, agen perjalanan wisata tersebut langsung melapor kepada kepolisian di Shenzhen, KJRI Hong Kong, dan KJRI Guangzhou.

Konsul Jenderal RI untuk Guangzhou Gustanto mengaku menerima informasi hilangnya seorang warga negara Indonesia itu pada Senin (11/3).

"Rencananya hari ini akan diserahterimakan dari Polisi Shenzhen kepada biro perjalanan wisata itu," katanya.

Kemudian Yayah akan diantar ke KJRI Hong Kong untuk ditampung sementara sambil menyelesaikan proses administrasi dengan agen penyalur tenaga kerja Indonesia dan majikannya di Hong Kong.

Sebelumnya Konsul Jenderal RI untuk Hong Kong Tri Tharyat menyoroti maraknya TKI Hong Kong yang bekerja secara ilegal di Shenzhen.

Praktik tidak sah itu terjadi lantaran sulitnya pengawasan dan terlalu mudahnya para TKI mendapatkan visa mengunjungi wilayah China daratan.

Hong Kong dan Shenzhen terdapat beberapa pos, di antaranya melalui pos pemeriksaan imigrasi Lowu. Pada November 2018, Antara menuju Hong Kong dari Shenzhen hanya dengan menggunakan kereta MRT dari pos pemeriksaan terpadu Lowu-Luohu yang dipisahkan sungai kecil.

Pewarta : M. Irfan Ilmie
Editor: Azizah Fitriyanti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar