IPC akan berlakukan "autogate di Terminal Operasi Tanjung Priok

id Ipc,Pelindo ii ,autogate

Senior Vice President Operations IPC David P Sirait di kantor pusat IPC, Jakarta pada Senin (18/3/2019). (ANTARA/Aji Cakti)

Jakarta (ANTARA) - PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau IPC akan memberlakukan "autogate" di Terminal 3 Pelabuhan Tanjung Priok pada semester pertama tahun ini.

"Terminal Operasi atau TO 3 Internasional Pelabuhan Tanjung Priok akan diberlakukan 'autogate', dimana sebelumnya bertemu antar orang yakni sopir truk kontainer dengan petugas dan aparat bea cukai di pelabuhan maka dengan adanya 'autogate' hal tersebut tidak akan ada lagi dan semua proses berjalan dalam hitungan detik," ujar Senior Vice President Operations IPC David P Sirait kepada wartawan di Jakarta, Senin.

Dia menjelaskan bahwa kehadiran "autogate" ini nantinya akan membuat sopir kontainer tidak perlu lagi membawa berkas-berkas dokumen, cukup menempelkan kartu identifikasi atau "id card" di gerbang masuk, lalu kamera CCTV akan memotret nomor peti kemas hingga kemudian mengetahui dimana peti kemas tersebut akan ditaruh di lapangan.

Otomatisasi itu berlaku pula bagi truk kontainer yang akan membawa peti kemas dari Terminal Operasi 3 Pelabuhan Tanjung Priok.

Kelebihan lainnya dari "autogate" ini, menurut David, kameranya juga bisa membaca atau mengidentifikasi kerusakan-kerusakan pada peti kemas seperti adanya lubang, sebelum memasuki kawasan pelabuhan.

"Jadi serah terima barang sudah tercakup. Jadi ada bukti otentik serah terima barang di gerbang masuk maupun dermaga dengan 'autotally,'" ujarnya di sela-sela media gathering yang digelar IPC.

Rencananya IPC akan melakukan uji coba "autogate" di Terminal Operasi 3 ini pada Bulan April.

"Uji coba di Bulan April, sedangkan targetnya pada semester pertama 'autogate' di Terminal Operasi 3 harus sudah berjalan," kata David.

Sejak beberapa tahun terakhir sudah mencanangkan Pelindo II atau IPC menjadi digital port atau pelabuhan berbasis digital, dimana segala sesuatu yang terkait dengan proses bisnis sudah dikonversi menjadi digital baik dalam aspek operasional, keuangan, maupun aspek-aspek lainnya.

Upaya melakukan digitalisasi terhadap semua aspek itu dilakukan IPC dalam rangka menyambut Revolusi Industri 4.0.

Baca juga: Begini cara Pelabuhan Indonesia II hindari PHK akibat Revolusi Industri 4.0

Baca juga: Menhub resmikan kedatangan kapal peti kemas terbesar


Pewarta : Aji Cakti
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar