Pengamat sambut baik ide pembangunan opera besar

id debat capres,budaya

Pengamat sosial budaya Devie Rahmawati (kanan) dalam diskusi bertajuk Menakar Komitmen Capres/Cawapres Dalam Pengembangan Sektor Pendidikan, Kesehatan, Ketenagakerjaan dan Sosial Budaya, di Jakarta, Senin (18/3/2019). (ANTARA/ Anita Permata Dewi)

Jakarta (ANTARA) - Pengamat sosial budaya Universitas Indonesia Devie Rahmawati menyambut baik inisiatif Calon Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin yang ingin membangun gedung opera besar untuk mengembangkan kebudayaan.

"Itu penting," kata Devie dalam diskusi bertajuk Menakar Komitmen Capres/Cawapres Dalam Pengembangan Sektor Pendidikan, Kesehatan, Ketenagakerjaan dan Sosial Budaya, di Jakarta, Senin.

Pasalnya, orang yang memiliki bakat seni, kerap merasa tidak dapat menyalurkan bakatnya.

"Orang-orang yang punya bakat seni sering merasa dia tidak jadi prioritas," katanya.

Dengan dibangunnya gedung opera, kata Devie, akan menjadi panggung bagi orang-orang bertalenta seni untuk menyalurkan minat dan bakat mereka.

Ia menambahkan, selain membangun opera besar, pemerintah ke depan juga mesti menggencarkan 'pembangunan' kualitas SDM.

"Harus paralel, membangun panggungnya, kemudian membangun kreativitasnya melalui orang-orang bertalenta seni," katanya.

Sebelumnya Calon Wakil Presiden nomor urut 01 KH Ma'ruf Amin mengatakan bahwa pihaknya bercita-cita untuk membangun opera besar seperti Sydney Opera House untuk mengembangkan kebudayaan.

"Kami ingin membangun opera seperti yang ada di Sydney untuk pertunjukkan kebudayaan," kata KH Ma'ruf dalam Debat Cawapres Pilpres 2019, Minggu (17/3) malam.

Berbagai festival kebudayaan pun akan digencarkan bila nanti Ma'ruf dan Joko Widodo terpilih dalam Pilpres 2019. 

Baca juga: Isu sosial-budaya diprediksi dapat luput dari debat

Baca juga: Pemerhati: Debat cawapres perlu bahas perda budaya

Pewarta : Anita Permata Dewi
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar