Pengungsi korban kebakaran Krukut berharap bisa beraktivitas kembali

id krukut,anies,kebakaran

Suasana di tenda pengungsian korban kebakaran Krukut Kelurahan Tamansari, Jakarta Barat (Foto ANTARA/ Alya Rahma Widyanti)

Jakarta (ANTARA) - Pengungsi korban kebakaran di Krukut, Tamansari, Jakarta Barat berharap dapat beraktivitas kembali setelah rumah mereka hangus dan tidak dapat ditempati akibat dilahap si jago merah, Minggu.

Kebakaran yang menghabiskan 220 rumah warga ini meninggalkan kisah pilu karena banyak warga yang tidak sempat menyelamatkan harta benda mereka.

"Saya cuma sempat bawa surat-surat sama motor saja," kata Kuswadi, salah satu pengungsi saat ditemui di lokasi pengungsian, Selasa.

Dia mengaku tidak sempat membawa apa-apa karena api menjalar dengan cepat pada tengah malam.

Saat kebakaran terjadi Kuswadi baru ingin beristirahat lalu mendengar teriakan warga memperingatkan adanya kebakaran.

Rumah yang ia tempati bersama keluarganya habis terbakar. Saat ini, dia dan keluarganya mengungsi di tenda pengungsian bersama 2.060 korban pengungsian lainnya.

Untuk fasilitas MCK sehari-hari dia biasanya ke masjid terdekat. Terkadang air yang keluar tidak banyak mengingat banyaknya pengungsi yang juga menggunakan air.

"Ya kita mah bisa apa dengan keadaan seperti ini, syukuri aja yang ada", tambahnya.

Dia mengatakan untuk pembuatan surat-surat seperti KK tidak dipersulit malah dipermudah. Kuswadi berharap pemerintah tidak akan mempersulit korban pengungsian.

Anak-anak yang menjadi korban kebakaran sudah kembali bersekolah meskipun dengan peralatan seperti buku dan tas yang seadanya.

Neneng yang juga menjadi korban kebakaran mengaku hanya bisa membawa surat-surat saja.

"Bantuan sih ada, cuman jauh ambilnya", katanya.

Bantuan yang ada hingga saat ini berupa makanan, pakaian, obat-obatan, popok, pembalut dan alat mandi. Namun tidak ada pakaian dalam untuk anak. Dia berharap akan adanya pakaian dalam anak agar anak-anak dapat berganti pakaian dalam.

"Anak sudah kembali sekolah namun belum memakai seragam karena seragam yang disediakan bukan untuk hijab", ucapnya.

Neneng mengatakan bahwa bantuan seragam yang ada bukan untuk hijab. Juga belum ada bantuan hijab, sehingga korban yang memakai hijab harus berusaha sendiri mencari hijab.

Neneng dan keluarganya mengaku jika malam hari mereka tidak istirahat di tenda pengungsian karena penuh dan panas, sehingga dia dan keluarganya menumpang pada tetangga.

Para korban berharap rumah mereka yang hangus terbakar segara dibangun agar mereka dapat beraktivitas kembali.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan pada hari minggu (17/3) telah mengunjungi tenda pengungsian dan memberikan bantuan sebesar Rp100 juta.

Anies memberi instruksi satu rumah mendapatkan bantuan Rp2,5 juta.

Baca juga: Anies serahkan bantuan untuk korban kebakaran di Krukut
Baca juga: Anies kunjungi korban musibah kebakaran di Krukut


 

Pewarta : Ganet Dirgantara dan Alya Rahma Widyanti
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar