Petugas KPK bawa satu koper dari ruang Kakanwil Kemenag Jatim

id KPK, Kanwil Kemenag Jatim, OTT KPK,Ott rommy,romahurnuziy

Arsip Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi membawa dua koper dari ruang kerja Menteri Agama dan Sekjen Kementerian Agama di Kantor Kemenag, Jakarta, Senin (18/3/2019). (ANTARA News/ Anom Prihantoro)

Sidoarjo (ANTARA) - Sejumlah petugas yang diduga berasal dari komisi pemberantasan korupsi KPK membawa satu unit koper berwarna biru usai melakukan penggeledahan di ruangan kantor Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Haris Hasanudin di kawasan Juanda di Sidoarjo Jawa Timur, Selasa.

Petugas yang turun dari lantai dua tempat ruangan tersebut berada langsung turun dan menuju ke dalam kendaraan yang sudah menunggunya sejak siang.

Petugas keluar dari ruangan itu sekitar pukul 19.00 WIB tanpa memberikan keterangan kepada media terkait dengan penggeledahan itu. Petugas melakukan penggeledahan tersebut sekitar pukul 14.00 WIB.

Belum ada pernyataan resmi terkait dengan penggeledahan ini, namun yang jelas KPK sebelumnya sudah menyegel ruangan Kepala Kanwil Kemenag Jatim setelah melakukan operasi tangkap tangan (OTT).

Sebelumnya, Humas Kanwil Kemenag Jatim Markus mengatakan, pihaknya akan kooperatif dengan KPK apabila membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut di kantor Kanwil Kemenag Jatim.

"Kanwil Kemenag Jatim siap membantu KPK agar kasus dugaan jual beli jabatan di tubuh instansi ini cepat selesai," katanya.

Ia mengatakan, Kanwil Kemenag Jatim juga prihatin dengan kasus tertangkapnya pimpinan instansi itu. "Terkait OTT itu, tidak akan berpengaruh pada pelayanan di Kanwil Kemenag Jatim.

Sebab, pelayanan di kantor ini sudah tersistem, sehingga tetap bisa berjalan meskipun Kakanwil Kemenag Jatim sudah menjadi tersangka, tuturnya.

Kepala Kanwil Kemenag Jatim Haris Hasanudin terjaring OTT KPK karena diduga terlibat kasus suap. Dalam penangkapan di Surabaya pada akhir pekan lalu, KPK juga menangkap Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Romahurmuziy.

Pewarta : Indra Setiawan
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar