STTAL gandeng perguruan tinggi kembangkan kemandirian teknologi pertahanan

id STTAL, Sekolah tinggi angkatan laut, TNI AL, Sekolah Angkatan Laut, kerja sama STTAL dengan enam perguruan tinggi

Komandan STTAL Laksamana Pertama TNI Ir Avando Bastari, M Phil saat melakukan penandatangan kerja sama dengan enam perguruan tinggi di Surabaya, Rabu (20/3) (ist)

Surabaya (ANTARA) - Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL) bekerja sama dengan enam perguruan tinggi di Jawa Timur untuk pengembangan kemandirian teknologi pertahanan, dan dituangkan dalam penandatangan kesepahaman Perjanjian Kerja sama (PKS).

Komandan STTAL, Laksamana Pertama TNI Ir Avando Bastari, M Phil di Surabaya, Rabu mengatakan, kerja sama ini fokus pada bidang pendidikan, pelatihan dan riset pengembangan Iptek.

"Dengan adanya perkembangan Iptek era revolusi industri 4.0, ada beberapa program kerja sama yang juga menjadi tujuan pemerintah, seperti kemandirian teknologi pertahanan, khususnya pada tujuh prioritas Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan (Alpalhankam) yang meliputi, Propelen, Roket, Rudal, Medium Tank, Radar, Kapal Selam dan Pesawat Tempur," katanya.

Avando berharap, kerja sama ini bisa dijadikan peluang untuk menggali, menguji, sekaligus mengembangkan teknologi pertahanan melalui penelitian yang inovatif, kreatif dengan merealisasi program kerja nyata secara bersama-sama.

"Dengan demikian jalinan kolaborasi yang baik ini bisa meningkatkan kualitas proses dan hasil pendidikan untuk mendorong kemajuan penelitian, pengembangan, dan perekayasaan atau Litbangyasa," kata Avando saat penandatanganan kerja sama di Kampus STTAL Jalan Bumimoro Morokrembangan

Ia mengatakan, kerja sama ini merupakan kehormatan bagi STTAL yang telah mendapatkan kepercayaan sebagai mitra kerja sama perguruan tinggi.

Kerja sama ini  juga mengacu pada Undang-Undang No 12 Tahun 2012 Tentang Pendidikan Tinggi yang tertuang dalam Permen Ristekdikti No 44 Tahun 2015, Tentang Standart Nasional Pendidikan Tinggi.

Dalam poin aturan itu, mewajibkan setiap perguruan tinggi wajib memenuhi standar nasional pendidikan tinggi yang mencakup seluruh aktifitas Tri Dharma Perguruan Tinggi.

"Kami harap dengan kerja sama ini bisa memaksimalkan potensi sumber daya manusia dan infrastruktur yang dimiliki masing-masing perguruan tinggi, dan terwujudnya proses serta hasil pendidikan efisien dan produktif," tuturnya.

Sementara itu, enam perguruan tinggi yang digandeng antara lain Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS), Universitas Airlangga (Unair), Universitas Brawijaya (UB) Malang, Institut Bisnis dan Informatika Stikom Surabaya.

Selain itu, Universitas Abdurrachman Saleh Situbondo, Politeknik Maritim Negeri Indonesia Semarang, Pusat Riset Kelautan Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kementerian Kelautan dan Perikanan.
 

Pewarta : A Malik Ibrahim
Editor: Edy Supriyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar