Aswanto-Wahiduddin ucapkan sumpah Hakim Konstitusi di depan Presiden Jokowi

id Hakim konstitusi

Dua hakim Konstitusi mengucapkan sumpah jabatan di hadapan Presiden Jokowi. (Foto: Agus Salim)

Jakarta (ANTARA) - Dua tokoh yaitu Aswanto dan Wahiduddin Adams mengucapkan sumpah jabatan Hakim Konstitusi di hadapan Presiden Joko Widodo di Istana Negara Jakarta, Kamis.

Hadir juga dalam pengucapan sumpah jabatan Hakim Konstitusi itu Wakil Presiden M Jusuf Kalla.

Sejumlah menteri Kabinet Kerja antara lain Menlu Retno Marsudi, Mensesneg Pratkikno dan Seskab Pramono Anung. Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, juga hadir dalam acara itu.

Sebelumnya Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menetapkan Wahiduddin Adams dan Aswanto sebagai hakim terpilih Mahkamah Konstitusi (MK) periode 2019-2024. Keputusan penetapan dilaksanakan dalam Rapat Paripurna ke-14 masa sidang IV di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (19/3/2019).

Proses penetapan diawali dengan pembacaan laporan uji kelayakan dan kepatutan calon Hakim Mahkamah Konstitusi oleh Ketua Komisi III Kahar Muzakir. Setelah itu, dilanjutkan dengan pengambilan keputusan.

"Pada 12 Maret 2019 Komisi III DPR melaksanakan rapat pleno dalam rangka pemilihan dan penetapan calon hakim konstitusi," ujar Kahar saat membacakan laporan.

"Setelah mendengarkan pandangan dan pendapat fraksi-fraksi, Komisi III DPR RI secara musyawarah mufakat menetapkan calon hakim konstitusi terpilih yaitu Profesor Dr Aswanto, SH. MH, dan Dr Wahiduddin Adams, SH. MH.," ujar dia.

Seusai pembacaan laporan, pimpinan rapat paripurna, Wakil Ketua DPR Utut Adianto menetapkan keduanya sebagai hakim terpilih MK.

Wahiduddin dan Aswanto merupakan calon petahana yang menyisihkan sembilan orang calon lainnya. Dalam proses pencalonan hakim MK, terdapat 11 orang yang mengikuti uji kepatutan dan kelayakan.

Ke-11 nama tersebut adalah Hestu Armiwulan Sochmawardiah, Aidul Fitriciada Azhari, Bahrul Ilmi Yakup, M Galang Asmara, Wahiduddin Adams, Refly Harun, Aswanto, Ichsan Anwary, Askari Razak, Umbu Rauta dan Sugianto.

Pewarta : Agus Salim
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar