Keluarga: Zulfirmansyah minta anaknya diam saat terjadi penembakan

id Penembakan Christchurch,Teror Selandia Baru,Zulfirmansyah,Aksi Cepat Tanggap

Handra Yaspita dan Yulierma saat jumpa pers yang diadakan Aksi Cepat Tanggap (ACT) di Jakarta, Kamis (21/3/2019) sebelum berangkat ke Selandia Baru menengok adik mereka, Zulfirmansyah yang menjadi salah satu korban penembakan massal di Cristchurch. (ANTARA/Dewanto Samodro)

Jakarta (ANTARA) - Yulierma, kakak Zulfirmansyah yang menjadi korban penembakan massal di Cristchurch, Selandia Baru, mengatakan adiknya menceritakan sempat meminta anaknya diam saat terjadi penembakan di masjid ketika shalat Jumat itu.

"Anaknya sempat memekik, lalu Zul bilang ke anaknya agar diam, tidak usah takut, Allah bersama kita," kata dia saat jumpa pers yang diadakan Aksi Cepat Tanggap (ACT) di Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan Zulfirmansyah kemungkinan melakukan hal itu agar anaknya yang baru berusia dua tahun tidak menjadi sasaran penembak bila diketahui masih hidup.

Zulfirmansyah sendiri mendapat banyak luka tembak di bagian dada, tangan, dan kakinya. Namun, dia masih sempat memikirkan keselamatan Rois, anaknya.

"Rois lalu mendekat ke pelukan ayahnya. Kepada ayahnya, dia bilang 'wake up, Daddy. Allah bersama kita'. Bayangkan anak umur dua tahun bisa berbicara seperti itu," tutur Yulierma sambil mengusap air matanya.

Yulierma mengaku sempat mendapatkan perasaan dan firasat buruk tentang keselamatan adiknya.

Pada saat kejadian, Yulierma yang seorang guru di Tanjung Pinang, sedang mengawasi ujian ketika dihubungi tantenya beberapa kali.

"Sampai di rumah, saya masih tidak berani membaca pesan dari tante. Saya minta anak saya untuk membaca, sambil menangis dia bilang kalau adik saya kena tembak. Apa salah adik saya sampai ditembaki?" katanya sambil menahan tangis.

Yulierma mengatakan saat ini beberapa keluarga akan memberikan penguatan kepada istri dan anak Zulfirmansyah dengan datang ke Selandia Baru, difasilitasi ACT.

"Istrinya warga negara Amerika Serikat yang seorang mualaf perlu dikuatkan bahwa kejadian ini merupakan bagian dari perjuangan Islam yang dilakukan Zulfirmansyah," katanya.

ACT memberangkatkan empat orang anggota keluarga ke Selandia Baru untuk menengok Zulfirmansyah yang menjadi korban penembakan massal di Christchurch.

"Zulfirmansyah harus segera bertemu keluarga. Dia sudah menjalani dua kali operasi dan kondisinya sudah semakin membaik," kata Wakil Presiden Senior ACT N Imam Akbari.
 

Pewarta : Dewanto Samodro
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar