26.827 personel gabungan diterjunkan amankan Pemilu 2019 di Jatim

id Polda jatim,pangdam brawijaya,personel pengamanan,pemilu 2019

Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan, Gubernur Khofifah dan Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI R. Wisnoe Prasetja Boedi memimpin apel kesiapan pengamanan pemilu di lapangan Makodam V/Brawijaya, Jumat. (Humas Polda Jatim)

Surabaya (ANTARA) - Sebanyak 26.827 personel gabungan dari Polri, TNI hingga Linmas diterjunkan dalam "Operasi Mantap Brata Semeru" untuk pengamanan Pemilu 2019 di Jawa Timur.

Kepastian jumlah personel itu setelah pihak Polda Jatim dan Kodam V/Brawijaya menggelar apel kesiapan di lapangan Makodam V/Brawijaya, Jumat, yang dipimpin oleh Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan Gubernur Khofifah dan Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI R. Wisnoe Prasetja Boedi.

"Saya berharap kepada TNI-Polri dan instansi yang terlibat dalam pengamanan pemilu tahun 2019 agar terus meningkatkan sinergitas dan dapat bekerja dengan maksimal sehingga dalam pelaksanaan nanti dapat berjalan dengan aman dan lancar," kata Luki.

Sementara untuk personel pengamanannya, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera merinci ada 2.500 personel dari Polda Jatim dan 24.327 personel dari 39 Polres jajaran.

Jumlah ini akan dibantu dari anggota Linmas yakni sebanyak 158.080 personel dan dari TNI sebanyak 13.513. Para personel ini akan ditempatkan di beberapa titik di Jatim.

"Personel paling banyak akan ditempatkan saat pengamananan di setiap titik tempat pemungutan suara (TPS)," katanya.

Dalam operasi Mantap Brata ini akan dipetakan tiga kategori TPS mulai dari kurang rawan, rawan dan sangat rawan. Pasalnya di Jatim ada sebanyak 130.012 TPS.

Kategori TPS rawan ditinjau dari berbagai aspek misalnya dari kondisi geografis. Dia mencontohkan di daerah perbatasan provinsi di ujung Jatim, Banyuwangi yang berbatasan dengan pulau Bali.

"Dikatakan rawan karena situasi geografinya dan rawan karena history pernah terjadi hal-hal di wilayah tersebut," ujar Barung.

Selain itu, pengamanan satu TPS akan diamankan oleh dua personel gabungan. Setiap TPS rawan akan diawasi oleh satu pengaman. Apabila tidak rawan, dari empat TPS hingga enam TPS akan diawasi oleh dua personel.

Ditemui di kesempatan yang sama Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI R Wisnoe mengatakan pihaknya akan aktif untuk turut mengamankan pesta demokrasi. Selain itu, selama ini pihaknya juga telah melakukan latihan fisik.

"Kami melaksanakan latihan-latihan sampai dengan puncaknya latihan sispamkota kemarin dengan Kepolisian," ucapnya.


Pewarta : Fiqih Arfani/Willy Irawan
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar