Ketua MPR: Pemilu damai kalau UUD dijalankan

id MPR RI,Zulkifli hasan,pemilu luber,pemilu damai

Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menyampaikan sambutan dalam pembukaan Pers Gathering wartawan parlemen di Lampung, Jumat. (Imam B)

Lampung (ANTARA) - Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menilai pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) bisa berjalan damai kalau semua pihak menjalankan Pasal 22e UUD 1945 yaitu pemilu dilaksanakan dengan prinsip Langsung, Umum, Bebas dan Rahasia (Luber).

"Pemilu bisa berjalan damai kalau Pasal 22e dijalankan yaitu Luber plus jujur dan adil," kata Zulkifli dalam pembukaan Pers Gathering MPR RI di Lampung, Jumat malam.

Dia mengatakan kalau prinsip Luber dan Jurdil diragukan masyarakat, lalu bagaimana dengan penyelenggara pemilu.

Menurut Zulkifli, kepercayaan publik harus dijaga khususnya para penyelenggara Pemilu sehingga tidak baik kalau muncul ketidakpercayaan masyarakat kepada KPU, Bawaslu dan Polri.

Selain itu dia juga mengingatkan bahwa Pemilu bukan perang total ataupun perang badar karena seharusnya menjadi ajang yang menggembirakan dan harus berlangsung damai.

"Kalau ada yang katakan Pemilu merupakan perang total, itu salah besar karena pemilu adalah urusan memilih dan harus menggembirakan serta berlangsung damai," ujarnya.

Dia menilai pelaksanaan Pemilu damai merupakan hal yang penting karena kondisi saat ini semakin ngeri disebabkan semua pihak merasa menang dan itu berbahaya kalau perolehan suara di Pilpres tipis.

Zulkifli juga menyebutkan bahwa kesuksesan Pemilihan Umum adalah kembalinya persatuan Indonesia.

"Karena pemilu adalah memperbaharui komitmen sehingga memperbaharui kemitraan," ujarnya.

Dia menegaskan bahwa pemenang Pemilu adalah yang dapat merajut kembali persatuan sehingga dibutuhkan sebuah syarat agar Pemilu ini berlangsung damai sebagaimana Pasal 22E ayat 1 UUD 1945.

Baca juga: Bawaslu : Jangan takut laporkan pelanggaran pemilu
Baca juga: KPU NTB fasilitasi iklan kampanye di media massa
Baca juga: Jokowi berpesan jangan sampai ada yang golput di Bali

Pewarta : Imam Budilaksono
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar