Pendidikan di Kepulauan Talaud-Sulut diharapkan lebih ditingkatkan

id Talaud,sulut,kualitas pendidikan

Pangdam XIII Merdeka, Mayjen Tiopan Aritonang menyerahkan bingkisan kepada siswa Talaud (foto:PendamXIII) ((1)) ((1)/)

Manado (ANTARA) - Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Utara, Steven OE Kandouw mengharapkan kualitas pendidikan di Kabupaten Kepulauan Talaud lebih ditingkatkan.

"Mengapa kualitas pendidikan di Talaud harus terus ditingkatkan, karena indikator pendidikan saat ini berada di peringkat ke 12 dari 15 kabupaten dan kota se-Sulut," katanya saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Kepulauan Talaud, Jumat.

Ia mengatakan bahwa selama bertahun-tahun penempatan kepala sekolah hanya berdasarkan kepentingan dan kedekatan.

Akan tetapi sejak beralih menjadi kewenangan pemerintah provinsi, penempatan kepala sekolah, guru dan tenaga harian lepas (THL) harus berdasarkan kualitas.

"Pendidikan di Talaud kalau tidak dibenahi kualitas gurunya, maka akan sulit lahir manusia-manusia seperti Prof Burhan Magenda dulu yang pernah menjadi staf ahli Kapolri. Grubert Ughude, Jemmy Gagola dan lainnya yang hari ini hadir di sini," katanya.

Ia mengatakan visi Gubernur Olly Dondokambey adalah mengubah paradigma dalam membangun dunia pendidikan di Talaud.
 

Menurut Kandouw, untuk meningkatkan mutu pendidikan di Talaud, gubernur telah mengingatkan pentingnya kewajiban moral guru, kepala sekolah termasuk THL agar terjadi peningkatan kualitas sumber daya manusia di masa depan.

"Sangat dibutuhkan moral obligation dan integritas dari semua kepala sekolah, guru dan THL untuk mengurus pendidikan," katanya.

Artinya, kata dia, adalah memberikan diri sepenuhnya bagi pendidikan. 

Karenanya, dia berharap wilayah kabupaten kepulauan itu dapat masuk 10 besar dalam indikator dan mutu pendidikan pada tahun depan.

"Kalau tidak ada peningkatan. Kepala Cabang Dinas Pendidikan harus siap menerima konsekuensinya, untuk hal ini saya sangat serius," katanya.

Baca juga: Wagub: penerimaan siswa baru jangan dipungut biaya


Pewarta : Karel Alexander Polakitan
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar