KPU tambah jumlah TPS untuk Suku Talang Mamak di daerah pedalaman Riau

id Suku Talang Mamak,daerah pedalaman,suku tertinggal indonesia,berita riau terbaru,berita riau terkini,pemilu 2019,pilpres 2019,jumlah tps pemilu 2019

Pemilu 2019. (antaralampung/istimewa/)

Rengat, Indragiri Hulu (ANTARA) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) menambah jumlah tempat pemungutan suara atau TPS di daerah pedalaman Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau, agar partisipasi memilih di Suku Talang Mamak meningkat pada Pemilu serentak 2019.

Ketua KPU Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Yeni Mairida, mengatakan jumlah TPS yang dekat dengan tempat tinggal warga-warga pedalaman.

Dengan begitu, warga Talang Mamak bisa memanfaatkan waktu untuk menyalurkan hak pilihnya di jam yang ditentukan, yakni dari pukul 07.00 hingga 13.00 WIB saat hari pemungutan suara pada 17 April mendatang.

“Kondisi geografis memang jadi penghalang, karena itu TPS kita bangun dekat sana agar tidak menyulitkan warga,” kata Yeni di Rengat, Sabtu.

Rendahnya partisipasi politik warga komunitas adat itu terlihat jelas pada Pemilihan Gubernur Riau 2018. KPU mencatat ada dua kecamatan tempat Suku Talang Mamak dengan tingkat partisipasi pemilihnya rendah, yakni di Kecamatan Batang Gansal sekitar 40 persen dan Kecamatan Rakit Kulim 45 persen.

Ia mengatakan pihaknya selaku penyelenggara Pemilu kini menerapkan strategi “jemput bola” untuk lebih banyak mendengarkan permasalahan Suku Talang Mamak, dan mencari solusi untuk meningkatkan partisipasi politik mereka.

Penjabat Kepala Desa Talang Durian Cacar, Husaini, menjelaskan Desa Talang Durian Cacar adalah desa terluas di Kabupaten Inhu yang mencapai 25 kilometer persegi. Di dalamnya terdapat delapan dusun yang 70 persen adalah Suku Talang Mamak.

Husaini tidak setuju jika disebut warga Talang Mamak bersikap apatis terhadap penyelenggaraan Pemilu. Ia mengatakan kondisi di lapangan justru terlihat ada semangat warga Talang Mamak sampai rela berjalan kaki jauh dari rumah menuju TPS.

“Partisipasi rendah itu hanya di kertas karena aslinya ada warga yang semangat berjalan tiga kilometer menuju TPS. Pada Pemilu 2014 hanya ada empat TPS, dan Pemilihan Gubernur bertambah jadi lima TPS. Bayangkan dengan kondisi jalan seperti ini hanya ada lima TPS untuk delapan dusun,” katanya.

Karena itu, ia selaku perangkat desa mengusulkan kepada PPK Rakit Kulim untuk menyukseskan Pemilu serentak 2019, jumlah TPS harus ditambah. Ia bersyukur KPU Inhu menyetujui ada penambahan menjadi delapan TPS.

“Artinya ada TPS di tiap dusun,” katanya.

Arsip. Sejumlah perempuan Suku Talang Mamak membawa keranjang rotan atau Ambung, di Dusun VII Desa Durian Cacar, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, Kamis (7/3/2019). Suku Talang Mamak adalah masyarakat adat asli di Provinsi Riau, yang mayoritas hidup di pedalaman Indragiri Hulu sehingga masih minim tersentuh pembangunan khususnya infrastruktur listrik dan jalan. (ANTARA FOTO/FB Anggoro/foc)

Pewarta : FB Anggoro
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar