Pentas budaya nusantara kukuhkan "IBU" Malang jadi miniatur Indonesia

id IKIP budi utomo malang, pentas budaya nusantara, miniatur indonesia,penembakan new zealand,christchurch selandia baru,penembakan di selandia baru,tero

Rektor IKIP Budi Utomo Malang Dr Nurcholis Sunuyeko mengalungkan selendang kepada salah satu peserta pesta budaya nusantara di kampus setempat, Selasa (26/3) (Endang Sukarelawati)

Malang (ANTARA) - Pentas budaya nusantara yang dihelat Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Budi Utomo atau "IBU" Malang kian mengukuhkan kampus itu sebagai miniatur Indonesia, karena seni dan budaya yang ditampilkan berasal dari berbagai daerah di Tanah Air.

Rektor IKIP Budi Utomo (IBU) Malang Dr Nurcholis Sunuyeko, Selasa, mengaku pihaknya sangat peduli dengan tumbuh kembangnya keberagaman budaya di lingkungan kampus setempat.

"Seni dan budaya yang ditampilkan merupakan kekayaan bangsa Indonesia dari seluruh penjuru nusantara," katanya di sela pentas budaya nusantara di kampus C IBU Malang.

Dalam sambutan pembukaan pentas budaya nusantara tersebut, doktor sosiologi itu mengatakan IBU sangat peduli dan terus memperhatikan aspek estetika yang berkembang di lingkup kampus, sebab yang menyatukan orang, bukan hanya pikiran semata, tetapi juga keindahan.

Dan konsep keindahan itu, kata Nurcholis, terus berkembang. Oleh karena itu, IBU mewadahi kreativitas mahasiswa terkait pengembangan seni dan budaya dari berbagai daerah di Tanah Air dan setiap tahun selalu ditampilkan dengan kemasan pentas budaya nasional.

“Saya harap di antara pelestari budaya Indonesia adalah mahasiswa IKIP Budi Utomo dengan memulainya dari melestarikan kampus ini dengan mengadakan pentas budaya. Budaya Indonesia sudah diterapkan secara proporsional di IBU, meskipun mahasiswa IBU berasal dari daerah yang berbeda," ucapnya.

Ia berharap kampus IBU sebagai miniatur Indonesia kian kokoh posisinya melalui cara bersama-sama melestarikan budaya Indonesia. Dan, mahasiswa (masyarakat) datang ke kampus IBU untuk mengetahui dan mempelajari budaya Indonesia.

"Meskipun kita berupaya melestarikan budaya masing-masing daerah, kita juga harus siap menyongsong peradaban. Melestarikan budaya, tapi jangan sampai tertinggal dari peradaban. Kita harus tetap membangun nilai dan semangat untuk bisa bersaing dengan bangsa yang lain," paparnya.

Pentas Budaya Nusantara yang digelar dalam rangkaian Dies Natalis ke-32 IBU Malang ini, di antaranya menyuguhkan tari-tarian dari Kalimantan, Sumba, Malaka, Flores, dan Jawa Barat. Selain tarian nusantara, juga ada lagu-lagu dari berbagai daerah di Indonesia.

''Untuk tahun ini yang kami tampilkan ada sembilan tarian dari berbagai daerah, 14 lagu berbahasa daerah dan lima stand bazar, dengan menu makanan tradisional dari beberapa daerah,'' kata Wakil Rektor III IBU Malang Ali Badar.

Semua yang tampil dalam acara tersebut, katanya, adalah mahasiswa IBU. Mereka tampil juga untuk melestarikan budaya nusantara, serta menjaga semangat Bhineka Tunggal Ika.

Pentas budaya nusantara ini menjadi kegiatan rutin di kampus, karena keindonesiaan sudah menjadi unsur tertinggi di kampus IBU.

Baca juga: Kemendikbud lakukan diplomasi budaya dan bahasa lewat program darmasiswa
Baca juga: IKIP Budi Utomo ajak mahasiswa asing belajar budaya di Yogyakarta
Baca juga: Mahasiswa IKIP Budi Utomo Malang sabet juara pencak silat di Bandung

Pewarta : Endang Sukarelawati
Editor: Budi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar