Pekerja migran berharap pemilu hasilkan pemimpin pro-perlindungan WNI

id jordania,pekerja migran indonesia,perlindungan wni, pemilihan luar negeri,PPLN Jordania

Ketua Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Jordania Miftah Nafid Firdaus di Kantor PPLN KBRI Amman, Jordania, Kamis (28/3/2019). (ANTARA/Azizah Fitriyanti)

Amman (ANTARA) - Pekerja migran Indonesia (PMI) berharap bahwa pemilihan umum serentak pada 17 April dapat menghasilkan pemimpin-pemimpin bangsa yang berpihak pada peningkatan perlindungan warga negara Indonesia (WNI) di luar negeri.

"Semoga bisa lebih merasa aman di sini, kita 'kan di sini kerja pakai dokumen alhamdulillah lancar, tapi teman-teman 'luaran' ada banyak dan bagaimana supaya mereka juga aman, pemerintah juga perlu atasi," kata Nur Wati, salah satu PMI di Amman, Jordania, Kamis malam.

Nur Wati merupakan salah satu PMI yang bekerja di Jordania secara legal, dan beruntung majikannya tertib memperpanjang masa tinggal di imigrasi Jordania. Namun, banyak dari teman-teman Nur yang masuk secara ilegal dan atau telah habis masa izin tinggal sehingga menjadi pekerja ilegal atau istilah di antara PMI adalah "luaran".

Nur yang telah tinggal di Jordania selama hampir 12 tahun sudah dua kali menggunakan hak suaranya di Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang digelar Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Jordania.

"Harus milih karena saya 'kan orang Indonesia, saya mau pemimpin yang saya pilih juga. Tempat coblosan juga dekat dan bisa pakai pos," kata Nur yang bekerja di salon kecantikan di Kota Amman, sekitar 15 menit berkendara mobil ke TPS Amman di Wisma Duta Besar Indonesia.

Karena itu, dia mengapresiasi pemerintah Indonesia yang berupaya menjangkau sebanyak mungkin WNI di Jordania untuk dapat menggunakan hak suara mereka dalam pemilu, yang akan diselenggarakan pada 12 April 2019.

Dalam wawancara secara terpisah, Ketua PPLN Jordania Miftah Nafid Firdaus mengatakan sosialisasi pemilu terus dilakukan kepada diaspora Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang jumlahnya mencapai 1.032 orang dari total 1.486 diaspora Indonesia di Jordania.

"Hari pemilihan sengaja dipilih tanggal 12 karena hari libur di sini Jumat, sehingga harapan kami makin banyak diaspora Indonesia yang bisa datang ke TPS maupun ke KSK untuk menggunakan hak suara mereka," kata dia.

Dari 1.032 DPT, 956 orang akan memilih langsung ke dua TPS di Wisma Duta di Amman, 22 surat suara dikirim melalui pos dan sisanya melalui Kotak Suara Keliling (KSK) di Kota Aqaba. ***2***
Baca juga: KBRI Amman pulangkan 19 pekerja migran lewat program amnesti Jordania
 Baca juga: Menlu resmikan Gedung Pelayanan Publik Indonesia di luar negeri
Baca juga: Facebook jadi alat utama sosialisasi Pemilu 2019 di Jordania

Pewarta : Azizah Fitriyanti
Editor: Maria D Andriana
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar