BPBD: tebing longsor penambangan Merapi tak timbulkan korban jiwa

id tebing longsor, penambangan, merapi,Kabupaten Magelang,Jateng

Petugas BPBD Kabupaten Magelang meninjau lokasi tebing longsor di kawasan penambangan lereng Merapi di Sungai Bebeng Desa Kemiren, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, Jateng. (FOTO ANTARA/HO.dok. BPBD Kabupaten Magelang)

Magelang (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyatakan tebing longsor dengan skala besar di kawasan penambangan lereng Gunung Merapi di Sungai Bebeng, Desa Kemiren, Srumbung, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, tidak menimbulkan korban jiwa.

Petugas Satgas BPBD Kabupaten Magelang, Suroso, di Magelang, Sabtu, menuturkan tebing longsor yang terjadi sekitar pukul 08.00 WIB tersebut dengan tinggi 50 meter dan panjang 40 meter.

Ia mengatakan menjelang terjadi longsor beberapa penambang yang berada di aliran Sungai Bebeng telah berhasil menyelamatkan diri.

"Begitu mengetahui tanda-tanda longsor dengan munculnya beberapa guguran di tebing, beberapa operator alat berat yang berada di bawah langsung lari menyelamatkan diri," katanya.

Ia menuturkan dari video yang beredar di media sosial seperti ada lumpur yang menyembur, itu bukan lumpur tetapi air sungai yang terdorong material longsor.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang Edy Susanto mengatakan kawasan penambangan pasir tersebut memang rawan longsor.

"Kawasan tersebut berupa tumpukan pasir dan batu, sehingga saling lepas tidak ada pengikat, dipicu getaran saja bisa longsor," katanya.

Ia menyampaikan beban tidak seimbang dengan kemiringan juga mudah longsor, tinggal menunggu pemicunya saja.

"Pada dasarnya, semua harus hati-hati. Longsor pemicunya banyak, getaran bisa membuat longsor dan rekahan terkena air juga bisa longsor dan perlu menjadi perhatian bahwa tanah di kawasan penambangan tersebut labil sehingga mudah longsor," katanya. 

Baca juga: Petugas BPBD siaga di lokasi longsor Merapi Magelang

Baca juga: Kawasan penambangan Merapi hampir setiap tahun longsor

Pewarta : Heru Suyitno
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar