Pengadaan logistik KPU Temanggung capai 85 persen

id pengadaan logistik,kpu, temanggung

Ketua KPU Kabupaten Temanggung M. Yusuf Hasyim menunjukkan salah satu surat suara DPD yang rusak karena sobek. (Heru Suyitno)

Temanggung (ANTARA) - Pengadaan logistik untuk pelaksanaan Pemilu 17 April 2019 di KPU Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, mencapai sekitar 85 persen, kata Ketua KPU Kabupaten Temanggung M. Yusuf Hasyim.

Yusuf di Temanggung, Senin, mengatakan secara umum lima jenis surat suara, terdiri atas surat suara untuk pemilihan presiden dan wakil presiden, DPD, DPR RI, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten sudah diterima.

Namun, setelah dilakukan penyortiran ternyata ditemukan ada yang cacat atau rusak dan harus diganti.

"Surat suara yang rusak tersebut sudah kami laporkan ke KPU RI, termasuk kekurangan kotak suara sebanyak 80 buah," katanya.

Ia menuturkan saat ini KPU Kabupaten Temanggung melaksanakan penyortiran dan pelipatan surat suara untuk pemilihan DPD yang telah datang beberapa hari lalu.

Menurut dia antusiasme petugas untuk menyortir dan melipat surat suara masih tetap tinggi meskipun mereka sudah beristirahat sekitar dua minggu, setelah yang terakhir mereka menyortir dan melipat surat suara untuk DPRD kabupaten.

"Sebanyak 350 petugas sortir dan lipat datang semua dan kami targetkan penyortiran dan pelipatan surat suara DPD bisa selesai pada Selasa (2/4)," katanya.

Ia menyebutkan dalam penyortiran terdapat puluhan lembar surat suara DPD rusak, antara lain karena warna pudar, sobek, dan di bagian belakang tidak ada water mark," katanya.

"Kami belum mengetahui secara pasti jumlah surat suara DPD yang rusak, karena saat ini masih proses penyortiran dan pelipatan," katanya.

Ia menyebutkan untuk surat suara rusak untuk Pilpres, DPD, DPR RI, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten jumlahnya mencapai belasan ribu.

"Surat suara rusak tersebut sudah kami laporkan ke KPU RI dan kami berharap segera mendapat ganti dan bisa kami setting setiap kotak atau TPS dan bisa didistribusikan ke PPK pada H-7," katanya.

Pewarta : Heru Suyitno
Editor: Yuniardi Ferdinand
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar