Palabuhanratu dijadikan pusat kantor Pemkab Sukabumi, Jabar

id Pusat Pemerintahan ,Pemkab Sukabumi,Palabuhanratu ,Kabupaten Sukabumi,Geopark Ciletuh Palabuhanratu

Gedung Pendopo Kabupaten Sukabumi yang berada di Jalan Ahmad Yani, Kota Sukabumi, Jabar. (FOTO ANTARA/HO-Megapolitan.Antaranews.Com/Foto: Aditya AR).

Sukabumi, Jabar (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat akan memusatkan kantor pemerintahan di Ibu Kota Kabupaten Sukabumi yakni Palabuhanratu untuk mempermudah dan mempercepat pelayanan bagi masyarakat.

"Kantor-kantor dinas di bawah Pemkab Sukabumi seperti yang berada di Kota Sukabumi dan utara Kabupaten Sukabumi akan dipindahkan dan dipusatkan di Palabuhanratu," kata Bupati Sukabumi Marwan Hamami di Sukabumi, Senin.

Untuk pemindahan perkantoran tersebut, katanya, pembangunan sudah dimulai tahun ini juga, sementara detail engineering design (DED) pun sudah selesai.

Ia mengakui bahwa untuk anggarannya memang cukup besar, tetapi pihaknya sudah menyiapkan dan menganggarkan.

Ditargetkan pemusatan kantor pemerintahan tersebut selesai pada tiga tahun mendatang atau 2022. Namun yang menjadi perhatian pihaknya pada 2020 pembangunan bisa terhambat karena anggarannya akan terbagi untuk pelaksanaan pilkada Kabupaten Sukabumi.

Menurutnya, pemindahan pusat pemerintahan tersebut karena saat ini kantor dinas menyebar, yakni ada yang masih di Kota Sukabumi dan utara Kabupaten Sukabumi sehingga warga yang ingin mendapatkan pelayanan harus ke berbagai tempat dan tentunya akan menghabiskan biaya yang cukup besar.

Sehingga jika perkantoran dipusatkan, kata dia, tentunya warga yang ingin mendapatkan pelayanan biayanya bisa dipangkas karena hanya cukup datang ke Palabuhanratu saja, sebab semua pelayanan ada di daerah ini.

"Pemusatan kantor pemerintah ini juga untuk pemerataan pembangunan, selama ini pertumbuhan pembangunan di utara lebih cepat dibandingkan di selatan," tambahnya.

Di sisi lain, Marwan mengatakan Palabuhanratu merupakan sentral dari Geopark Ciletuh Palabuhanratu sehingga dengan adanya pemusatan ini bisa mempercepat pertumbuhan ekonomi wisata dan sebagai ajang promosi.

Baca juga: 23 negara ikuti Kejuaraan Dunia Arung Jeram di Citarik

Baca juga: Jabar harus pertahankan Ciletuh-Pelabuhanratu geopark dunia

Baca juga: Di Sukabumi, ketahuan merokok dalam angkot didenda Rp500.000

Baca juga: Geopark CIletuh bagian geopark global UNESCO

Pewarta : Aditia Aulia Rohman
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar