WNI Korban Penculikan Abu Sayyaf ditemukan

id Korban Penculikan

Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) A.M.Fachir (kanan) atas nama perintah Indonesia menyerahterimakan WNI/ABK kapal ikan korban penyanderaan kelompok bersenjata di Filipina Selatan atas nama Usman Yunus (kedua kiri) kepada istri/perwakilan keluarga di Kementerian Luar Negeri, Jakara, Kamis (13/12/2018). Usman Yunus diculik dan disandera oleh kelompok bersenjata di perairan dekat Pulau Gaya, Samporna, Sabah, Malaysia pada 11 September 2018. ANTARA FOTO/Kemlu/Rasto (ANTARA FOTO/Suwandy)

Kuala Lumpur (ANTARA) - Jari bin Abdullah yang diculik oleh Kelompok Abu Sayyaf pada 6 Desember 2018 ditemukan oleh Angkatan Bersenjata Republik Filipina (AFP) selama pertemuan antara AFP dan Kelompok Abu Sayyaf di Kota Banguigui, Pulau Simisa, Sulu, Filipina Jumat.

Keterangan Kementrian Luar Negeri Malaysia menyebutkan Jari bin Abdullah saat ini sedang dirawat di fasilitas medis di Mindanao karena luka-lukanya.

Kementerian Luar Negeri Malaysia melalui Konsulat Jenderal Malaysia di Davao, Mindanao dan Kedutaan Besar Malaysia di Manila melakukan kontak erat dengan pihak berwenang setempat untuk pembaruan terkini tentang situasi tersebut dan saat ini sedang memantau kondisi Jari bin Abdullah.

Menteri Menteri Luar Negeri Malaysia Saifuddin Abdullah telah menginstruksikan Wakil Sekretaris Jenderal (Urusan Bilateral) untuk bertemu dengan para pemimpin Sabah guna menilai Pemerintah Negara Bagian Sabah tentang perkembangan terbaru terkait dengan korban penculikan.

Baca juga: Satu lagi ABK WNI bebas dari penyanderaan di Filipina
Baca juga: Keluarga korban penyanderaan tuntut tanggungjawab Malaysia

 

Pewarta : Agus Setiawan
Editor: Maria D Andriana
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar