HNW: Jangan golput, jangan mubazirkan potensi kebaikan

id HNW,Sosialisasi Empat Pilar,mpr ri

Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid saat memberikan sosialisasi Empat Pilar MPR di Cikini, Jakarta, Sabtu (6/4/2019) (Humas MPR)

Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW) mengatakan kepentingan umat Islam di dalam konteks demokrasi hanya dapat dimenangkan jika umat tidak mengabaikan partisipasi sekecil apapun di dalamnya, oleh karena itu umat Islam tidak boleh golput.

"Jangan pernah abaikan meski hanya 1 atau 2 suara. Jangan pernah memubazirkan potensi kebaikan sekecil apapun," katanya saat sosialisasi Empat Pilar MPR di Cikini, Jakarta, Sabtu, demikian keterangan tertulis yang diterima Antara, Minggu.

Hidayat mengatakan peran umat Islam di dalam lahir dan tegaknya NKRI juga tak bisa disangkal lagi. Sejarah mencatat peran para ulama, cendekiawan dan pejuang Islam di dalam proses kemerdekaan Republik Indoneisa.

"Perjanjian Linggarjati mengubah Indonesia menjadi Republik Indonesia Serikat, namun seorang ulama, Ketua fraksi sebuah partai Islam saat itu, melalui mosi yang kemudian dikenal sebagai Mosi Integral Natsir, mengembalikan bentuk negara Indonesia kembali menjadi NKRI," kata Hidayat.

Karena itu, lanjut Hidayat, jika Bung Karno mengingatkan untuk Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah (Jas Merah), maka penting pula untuk Jas Hijau.

"Saya populerkan istilah Jas Hijau yang maksudnya adalah Jangan Sekali-kali Hilangkan Jasa Ulama ini agar umat Islam sadar bahwa NKRI lahir dan tegak dengan peran umat Islam di dalamnya. Dan sudah sewajarnyalah jika kini umat juga merawat dan menjaganya," tandas Hidayat.

Salah satu cara merawat NKRI itu, imbuh Hidayat, adalah dengan menggunakan hak pilih sebagai bagian dari kedaulatan rakyat yang dijamin dalam UUD NRI 1945.

"Kedaulatan ada di tangan anda semua. Satu suara anda dapat menghadirkan Presiden, anggota DPR, anggota DPRD dan DPD yang unggulan," tandasnya.

Baca juga: Hidayat usulkan 3 April sebagai hari dan bulan NKRI
Baca juga: MPR: Indonesia Berdiri di atas Persatuan-Kesatuan
Baca juga: Basarah: Demokrasi Pancasila harus menyatukan

Pewarta : M Arief Iskandar
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar