Menhub perkirakan penumpang Bandara Tjilik Riwut tiga juta pada 2021

id Menhub,Budi Karya Sumadi,Bandara Tjilik Riwut

Menhub Budi Karya Sumadi mendampingi Presiden Jokowi saat peresmian terminal baru Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya, Senin (8/4/2019). ANTARA (Agus Salim)

Palangkaraya (ANTARA) - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan pertumbuhan jumlah penumpang di Bandara Tjilik Riwut cukup tinggi dan diperkirakan mencapai tiga juta orang dalam dua tahun mendatang.

"Perkembangannya akan maju, sekarang jumlah penumpang baru satu juta orang, dalam dua tahun mendatang sudah akan mencapai tiga juta orang," kata Budi Karya ditemui di Bandara Tjilik Riwut, Palangkaraya, Senin.

Menhub mendampingi Presiden Joko Widodo meresmikan terminal baru di Bandara Tjilik Riwut.

Ia menyebutkan pembangunan terminal baru itu sebagai langkah persiapan mengikuti pertumbuhan Kota Palangkaraya dan sekitarnya.

"Karena selama ini banyak yang sharing ke Kalsel. Kita harapkan penduduk Kalsel bisa ke mana-mana menggunakan bandara ini," katanya.

Ia menyebutkan bandara di Palangkaraya, merupakan salah satu bandara atau wilayah yang dikembangkan, apalagi ada rencana menjadi ibukota negara.

"Kita siapkan bandara ini cukup besar untuk kapasitas hingga 4 juta orang bahkan 4,5 juta orang per tahun, hingga lima tahun ke depan bandara ini tetap eksis," katanya.

Ia menyebutkan sekarang pemerintah mengembangkan infrastruktur tidak hanya terkonsentrasi di Jawa tapi mengembangkan Indonesia sentris.

"Oleh karenanya Kemenhub membangun bandara di seluruh pulau, di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, kita bangun agar bisa memastikan konektivitas antarpulau bahkan pulau-pulau di ujung seperti Miangas," katanya.

Menurut dia, angkutan udara bukan menjadi barang mewah lagi di masyarakat. "Kita punya anak sekolah ke Jawa atau Makassar menggunakan pesawat. Kita upayakan jangkauan bandara ini ada di mana-mana," katanya.

Budi menyebutkan pihaknya menugaskan AP II bekerja sama dengan pemda untuk membuat, mempromosikan, mencari ide wisata potensial seperti hutan yang luas, makanan yang khas.

Menurut dia, destinasi wisata tidak pernah habis dikembangkan sehingga bandara juga terus dikembangkan.

Sementara itu mengenai keluhan harga tiket pesawat yang masih mahal, Budi mengatakan pihaknya akan terus memantau.

"Kita minta kepada Garuda, Lion untuk memanage, ada bagian tiketnya yang terjangkau untuk masyarakat banyak," katanya.

Pemerintah membangun terrminal baru di Bandara Tjilik Riwut dengan luas 29.124 meter persegi yang bisa menampung hingga 2.200 orang per hari.

Terminal itu jauh lebih luas dibandingkan dengan terminal lama yang luasnya hanya 3.865 meter persegi berkapasitas 600 orang per hari.

Baca juga: Presiden Jokowi resmikan terminal baru Bandara Tjilik Riwut
Baca juga: Frekuensi penerbangan di Bandara Tjilik Riwut berpotensi bertambah

Pewarta : Agus Salim
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar